PAMEKASAN, RadarMadura.id - Produktivitas gol yang belum stabil di putaran pertama menjadi alarm serius bagi skuad Madura United (MU).
Evaluasi menyeluruh usai tiga laga terakhir membuat manajemen dan tim pelatih sepakat bahwa lini serang harus segera ditambal.
Hasil pemantauan langsung terhadap performa tim menunjukkan satu persoalan utama.
Laskar Sape Kerrap masih kesulitan membobol pertahanan lawan. Terutama, saat menghadapi tim dengan blok rendah. Situasi itu membuat MU kehilangan banyak poin krusial.
Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina mengatakan, kebutuhan tim di putaran kedua sudah dipetakan secara detail.
Fokusnya bukan sekadar menambah pemain, melainkan menghadirkan solusi atas kebuntuan yang berulang terjadi.
Kebutuhan utama tim meliputi seorang striker bertipe target man sebagai pemecah kebuntuan dan pemain multiposisi yang mampu bermain sebagai gelandang serang, sayap kanan, dan striker, tuturnya.
Untuk posisi pemain multiposisi, lanjut Annisa, manajemen menyeleksi tiga kandidat. Setelah evaluasi bersama tim pelatih, Riquelme Sousa Silva dipilih sebagai opsi paling realistis dan sesuai kebutuhan permainan Laskar Sape Kerrap.
Pemain asal Brasil berusia 24 tahun itu diproyeksikan untuk bisa menjadi pembeda. Kemampuannya bermain di beberapa posisi membuat manajemen MU punya lebih banyak opsi saat skema awal menemui kebuntuan.
Di sisi lain, Riquelme menyadari besarnya ekspektasi tersebut. Dia mengaku siap bekerja keras untuk menjawab kepercayaan klub. Saya akan memberikan yang terbaik untuk MU, tegasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri