Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Askab Anulir Klub Runs Juklanteng Setelah Menang Penalti Semifinal Lawan Mitra KSK

Amin Basiri • Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:52 WIB
BERPOLEMIK: Pemain Runs Juklanteng (kostum merah) mengejar bola saat bertanding melawan Mitra KSK pada babak semifinal di lapangan SSC, Rabu (18/19).
BERPOLEMIK: Pemain Runs Juklanteng (kostum merah) mengejar bola saat bertanding melawan Mitra KSK pada babak semifinal di lapangan SSC, Rabu (18/19).

SAMPANG, RadarMadura.id - Kompetisi turnamen Askab PSSI Sampang U-17 diwarnai polemik. Klub Runs Juklanteng semula menang adu penalti melawan klub Mitra KSK, namun kemenangannya digagalkan saat semifinal oleh Askab PSSI Sampang.

Pelatih Kepala Runs Juklanteng Moh. Sobri mengatakan, klub binaannya sudah menang saat bertanding pada babak semifinal kompetisi Askab PSSI Sampang U-17. Yakni, menang adu penalti melawan klub Mitra KSK, Rabu (17/12).

”Meski menang, klub Mitra KSK masih memprotes pada panitia. Yakni, berkaitan dengan pemain kami, nomor punggung 9, yang dimainkan melawan Mitra KSK, disebut-sebut melanggar aturan karena akumulasi kartu kuning dua kali berturut-turut, ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya beranggapan, pemainnya tidak mendapat kartu kuning secara berturut-turut.

Sebab, faktanya, pemain nomor 9 diganjar kartu kuning dua kali, tapi ada jeda satu kali pertandingan yang tidak mendapatkan kartu kuning.

Pemain nomor 9 itu kali pertama kali kartu kuning saat bermain melawan PSG. Kemudian, saat bertanding melawan klub Garuda 88.

Tapi, tim lawan Garuda 88 tidak hadir dan secara otomatis kemenangan (poin) diberikan terhadap klubnya. Pertandingan berikutnya melawan Gun FC, pemain nomor 9 mendapat kartu kuning.

Jika berkaca pada aturan FIFA, pemain baru dikatakan melanggar akumulasi kartu saat dua kali berturut-turut dalam pertandingan mendapat kartu kuning.

Pemain kami kan ada jeda satu pertandingan sebelum mendapat kartu kuning berikutnya, ulasnya.

Sobri menjelaskan, pada Jumat (19/12) pihaknya bersama tim Mitra KSK dipanggil oleh panitia pelaksana.

Yakni, mendiskusikan protes yang diajukan Mitra KSK. Askab memutuskan, klubnya gugur pada pertandingan tersebut.

Meski kami menang pada pertandingan, kami didiskualifikasi oleh panitia. Kami terima secara legawa meski ini merugikan dan mengecewakan, ujarnya.

Dia menyesali keputusan panitia kompetisi tersebut tidak menyelesaikan pertandingan di tengah rumput hijau.

Padahal, sebelum pertandingan, pihaknya sudah menyetorkan nama-nama pemain yang bakal dimainkan dan tidak dimainkan.

Seharusnya kan ada penjelasan dari wasit yang memimpin pertandingan maupun panitia jika pemain kami tidak bisa dimainkan karena akumulasi kartu. Kesalahan wasit hanya dibalas dengan permintaan maaf pada kami, sesalnya.

Ketua Askab PSSI Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap kedua tim yaitu Mitra KSK dan Runs Juklanteng.

Pertandingan Mitra KSK melawan Runs Juklanteng dimenangkan oleh Mitra KSK.

Karena ada pemain nomor punggung 9 mendapatkan dua kartu kuning pada pertandingan sebelumnya, ujarnya.

Menurutnya, dalam peraturan pertandingan khusus (PPK) sudah jelas dan sudah disepekati oleh klub saat technical meeting (TM).

Pemain yang mendapatkan kartu kuning dipertandingan yang sama atau berbeda, dua kali tidak boleh bermain.

Dalam memutuskan ini kami juga sudah berkonsultasi dengan Asprov PSSI Jatim, tandasnya. (bai/yan)

Editor : Amin Basiri