SAMPANG, RadarMadura.id – Institut Jujitsu Indonesia (IJI) Sampang mengantongi kelemahan atlet binaannya.
Utamanya, pasca ambil bagian dalam kejuaraan Unesa Open yang digelar di Surabaya pada Oktober lalu.
Ketua Pelatih IJI Sampang Mukhlis Taufiqurrohman menyatakan, terdapat tiga atlet yang diutus tampil dalam kejuaraan Unesa Open.
Namun, hanya dua medali yang berhasil dibawa pulang ke Kota Bahari.
Masing-masing satu medali perak dan perunggu. Kegagalannya meraih medali emas lantaran atlet binaannya tidak mampu tampil secara maksimal.
Sehingga, banyak evaluasi yang harus dilakukan terhadap andalannya.
Utamanya, berkaitan dengan penguasaan teknik dan kekuatan fisik.
Kami menjadwalkan atlet untuk sparing dengan atlet luar daerah yang jujitsunya lebih maju.
Mudah-mudahan atlet kami ke depan bisa makin lebih baik prestasinya, tandasnya.
Sparring partner yang diagendakan IJI Sampang bukan tanpa alasan.
Tetapi, hanya dengan cara itu kemampuan atlet dapat diketahui.
Sebab, tidak ada lagi kejuaraan tingkat lokal, regional, dan nasional hingga takhir tahun nanti.
Selain itu, perkembangan atlet jujitsu di daerah lainnya sangat luar biasa sekarang, katanya. (bai/jup)
Editor : Amin Basiri