SAMPANG, RadarMadura.id – Perjuangan tim sepak bola Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sampang belum terhenti pada turnamen PKDI Jatim Cup I.
Meski kalah tipis 1-0 saat melawan tim PKDI Bojonegoro pada babak semifinal, tim Sampang masih berkesempatan merebut juara tiga melawan tim PKDI Banyuwangi.
Pertandingan babak semifinal yang mempertandingkan PKDI Sampang melawan PKDI Bojonegoro berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (10/8).
Pada babak pertama, pertandingan keduanya berlangsung sengit. Jual beli serangan saling dipertontonkan oleh kedua tim.
Pada menit ke-15, bagian pertahanan PKDI Sampang melakukan pelanggaran terhadap lawan.
Sehingga, memberikan peluang tendangan bebas pada tim lawan. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh PKDI Bojonegoro untuk menjebloskan si kulit bundar ke gawang PKDI Sampang.
Setelah skor 1-0, tensi permainan semakin ketat dan tinggi. Lima menit kemudian, salah sseorang pemain PKDI Sampang atas nama Syahrani harus mandi lebih cepat.
Sebab, diganjar kartu merah oleh wasit. Sehingga, PKDI Sampang mesti bermain dengan 10 pemain hingga babak akhir pertandingan.
Meskipun demikian, pada 45 menit babak kedua, tim PKDI Sampang tidak mengendurkan perlawanan terhadap tim PKDI Bojonegoro.
Berulang kali pertahanan PKDI Bojonegoro diubrak-abrik oleh tim penyerang PKDI Sampang. Beberapa kali tendangan dari tim PKDI Sampang masih tidak berhasil membobol gawang lawan lantaran membentur tiang gawang.
Pelatih PKDI Sampang Sukaryadi mengatakan, tim PKDI Sampang harus puas berbagi tiket final pada tim PKDI Bojonegoro.
Sebab, saat bertanding pada babak semifinal, kalah dengan skor tipis. ”Tim kami harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-0 hingga akhir pertandingan,” ujarnya.
Baca Juga: IODI Bangkalan Bakal Rekrut Atlet Tahun Depan
Menurutnya, pada babak pertama tensi pemain PKDI Sampang terlihat memaksakan diri menyerang pertahanan lawan.
Serta, emosi beberapa pemain tidak terkontrol saat babak pertama berlangsung. ”Sehingga, ada satu pemain yang diganjar kartu merah oleh wasit,” katanya.
Sukaryadi mengatakan, setelah pemain PKDI Sampang diganjar kartu merah, timnya mengatur permainan dengan bermain santai.
Sehingga, sedikit merepotkan bagi para pemain PKDI Bojonegoro. ”Sayangnya banyak tembakan-tembakan yang dipertontonkan oleh tim kami, tapi belum berbuah gol,” ujarnya.
Pihaknya juga menyayangkan terhadap keputusan wasit pada babak kedua menjelang pertandingan berakhir.
”Tapi, oleh wasit tidak dianggap pelanggaran. Sehingga, sampai akhir pertandingan tim kami harus mengakui kalah pada lawan dengan skor 1-0,” ujarnya.
Sukaryadi mengatakan, perjuangan pemain PKDI Sampang belum berakhir. Sebab, masih ada kesempatan untuk merebut juara tiga. Dalam merebut juara tiga, tim PKDI Sampang bakal menghadapi tim PKDI Banyuwangi.
”Pertandingan akan digelar pada Rabu (13/8) di Stadion Joko Samudro, pukul 20.00,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya sudah mempelajari kemampuan lawan dan taktik permainan tim PKDI Banyuwangi. Pihaknya sudah menganalisis permainan PKDI Banyuwangi saat melawan Malang.
”Kami optimistis bisa meraih juara tiga dan pemain kami siap memberikan perlawanan penuh,” tandasnya. (bai/luq)
Editor : Amin Basiri