SUMENEP, RadarMadura.id – Pondok Pesantren TMI Al-Amien Prenduan kembali mengharumkan nama daerah dengan menyabet juara umum kategori pra remaja dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bupati Sumenep Cup IV 2025.
Delegasi pencak silat dari pesantren ini tampil dominan dan sukses meraih sejumlah gelar bergengsi, baik di nomor tanding maupun seni dari berbagai kelas usia.
Dalam kategori tanding pra remaja putra kelas F, santri asal Bandung Nizam Nur Falah dari kelas 1A berhasil merebut medali emas.
Disusul oleh Ahmad Ibadurrahim A.K, santri kelas III asal Sumenep yang juga meraih juara I kelas D, serta Ahmad Qoish Zainurrahman asal Malang yang menyabet juara I kelas H.
Untuk nomor seni, Azril Sohibul Anwar dari kelas 2 Reguler F asal Bangkalan keluar sebagai juara I seni tunggal, sementara Alan Noeril Haq asal Sampang meraih juara II di kelas yang sama.
Baca Juga: Kejari Sampang Limpahkan Kasus Pembunuhan di Sokobanah
Santri lainnya, Faliq Jauhari dari kelas 6 IPSI B asal Sumenep, juga tampil apik dengan meraih juara seni solo kreatif remaja.
Sementara itu, di kategori remaja, pesilat Rafi Omar Al Fayed dari Sampang dinobatkan sebagai pesilat terbaik putra usai merebut juara I tanding kelas A.
Prestasi ini diikuti oleh Khafi Hasbullah asal Palembang yang juga menjadi juara I kelas A, serta Herlan Jailani asal Sumenep yang meraih juara I tanding kelas G.
Nama-nama lain yang juga menyumbang medali untuk TMI Al-Amien antara lain Izhar Ismail (juara III kelas D), Afrihan Jamil (juara III kelas B), dan Dhimas Bagus Prayoga (juara III kelas C), yang seluruhnya tampil tangguh di kelas remaja.
Untuk kategori dewasa, Jamaluddin, santri pengabdian asal Sampang, menutup kemenangan dengan meraih juara II tanding dewasa kelas B.
Baca Juga: ISSI Bangkalan Mulai Panaskan Mesin, Persiapan Tampil di Kejurprov
Keberhasilan ini disambut bangga oleh Guru Besar Sinar Cimande TMI Al-Amien Prenduan, Lukman Hakim.
Ia menyebut bahwa pencapaian ini merupakan buah dari latihan disiplin dan pembinaan berjenjang yang dilakukan secara konsisten di pesantren.
“Para santri kami bukan hanya belajar ilmu agama dan umum, tapi juga dibentuk jiwa kesatrianya lewat pencak silat. Kemenangan ini bukan semata soal medali, tapi tentang semangat juang, keuletan, dan akhlak di gelanggang,” ungkap Lukman Hakim kepada media, Selasa (21/7).
Menurutnya, pendekatan pembinaan di TMI Al-Amien tidak hanya mengedepankan aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual para pesilat. Hal inilah yang menurutnya membedakan santri Al-Amien saat tampil di gelanggang.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Ambil Bagian Dalam Kejuaraan Pencak Silat Bupati Sumenep Cup 4
“Kami tanamkan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tapi warisan budaya, bagian dari dakwah, dan latihan untuk sabar serta bertanggung jawab,” tambahnya.
Lukman juga menyampaikan bahwa pencak silat di pesantren bukan sekadar ekstrakurikuler, tetapi bagian dari pembentukan karakter.
Ia berharap kemenangan ini menjadi motivasi untuk semua santri agar terus meningkatkan prestasi di bidang apapun.
Dengan raihan medali terbanyak dan penobatan sebagai juara umum kategori pra remaja, TMI Al-Amien Prenduan kembali menegaskan eksistensinya sebagai pesantren yang unggul dalam dunia olahraga, khususnya pencak silat. (dry)
Editor : Hendriyanto