SAMPANG, RadarMadura.id – Merosotnya prestasi Kabupaten Sampang dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) disorot. Bahkan, membuat wakil rakyat geram dan mengagendakan untuk melakukan pemanggilan.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengaku sudah tahu terhadap torehan prestasi sekaligus peringkat Kota Bahari dalam kejuaraan dua tahunan tersebut. Yakni, merosot drastis dari peringkat 17 turun ke-27.
Pencapaian dinilai sangat memalukan. Bahkan, tidak sebanding dengan dana hibah keolahragaan yang digelontorkan pemerintah ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang. Sebab, angkanya cukup fantastis, yakni Rp 1,7 miliar.
”Kami kecewa dengan hasil itu,” ujarnya. Politikus asal Kecamatan Tambelangan itu mengaku akan melakukan pemanggilan terhadap KONI.
Tujuannya, untuk meminta penjelasan terkait anjloknya prestasi Kabupaten Sampang dalam kejuaraan dua tahunan tersebut.
”Kami jadwalkan pemanggilan terhadap KONI Sampang, Senin (14/7),” sambung politikus PKS tersebut.
Dia berjanji akan mengevaluasi KONI yang dinilai gagal dalam melakukan pembinaan olahraga. Sebab, anggaran yang pemerintah berikan tidak sebanding dengan prestasi yang dicapai dalam kejuaraan paling bergengsi di tingkat regional tersebut.
”Nanti kita lihat hasil evaluasi pemanggilan terhadap KONI seperti apa,” tandasnya.
Protes terhadap KONI Sampang juga dilakukan atlet di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sampang. Mereka mempertanyakan alasan KONI tidak melibatkan cabor silat di porprov IX.
Padahal IPSI sudah menyiapkan atlet andalan yang dipilih melalui seleksi. Mereka melakukan protes dan memberikan kritik dengan menggeruduk kantor KONI, Selasa (8/7). (bai/jup)
Editor : Amin Basiri