PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabupaten Pamekasan mengakhiri Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025 di peringkat 24. Pencapaian tersebut sama persis dengan Porprov VIII Jatim 2024.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto berterima kasih kepada atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang dalam kejuaraan dua tahun tersebut. Dia mengapresiasi perjuangan yang ditunjukkan selama porprov berlangsung.
”Kami semua sudah berjuang dengan maksimal, dan ini adalah hasilnya. Tidak ada yang berangkat untuk sebuah kekalahan.
Pasti semua yang bertanding menginginkan kemenangan. Ini adalah hasil yang harus kita syukuri,” tuturnya.
Keberangkatan kontingen Pamekasan ke porprov IX penuh tantangan. Apalagi anggaran yang dialokasikan Pemkab Pamekasan sangat terbatas.
Sehingga, mengharuskan KONI membatasi jumlah atlet dan ofisial yang diberangkatkan dalam kejuaraan multievent tersebut.
”Jika dilihat dari jumlah cabang olahraga (cabor) yang kami ikuti, justru tidak sampai setengah dari cabor yang dipertandingkan pada Porprov IX Jawa Timur. Tentunya, hal ini akan berdampak pada perolehan medali,” ujar Djohan.
Kabupaten Pamekasan hanya meramaikan persaingan perebutan medali di 28 cabor. Sedangkan yang dipertandingkan di Porprov IX Jatim 62 cabor.
Sementara, jumlah atlet yang diterjunkan sebanyak 204 orang. Mereka didampingi 74 pelatih.
Kontingen Pamekasan hanya membawa pulang 12 medali emas, 10 medali perak, dan 19 medali perunggu.
Puluhan medali itu diraih dari 15 cabor berbeda. Pencapaian tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan porprov VIII yang mendapat 13 medali emas, 11 perak, dan 17 perunggu. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri