SUMENEP, RadarMadura.id – Pembinaan terhadap atlet Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumenep perlu dievaluasi.
Sebab, dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 gagal memperoleh medali.
Ketua PBSI Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, usahanya di porprov tahun ini belum maksimal.
Sebab, tim binaannya tidak mampu memberikan hasil maksimal. Mereka harus pulang tanpa membawa medali.
Padahal, kata Iksan, persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Yakni, latihan secara rutin sejak Desember 2024.
”Kita gugur di nomor beregu, hanya mampu tembus 8 besar di perorangan. Ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” katanya.
Dirinya mengaku akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Sebab, pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan pelatih dan organisasi cabor. Tetapi, peran serta lingkungan juga memengaruhi.
”Harus ada peran serta orang tua, sekolah, dan tentu dukungan dari pemerintah. Kalau tidak, ya sulit bersaing,” ucap Iksan.
Iksan menuturkan, di porprov kali ini pihaknya menyiapkan 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri. Mereka sudah dilatih dengan maksimal. Namun, keberuntungan belum berpihak padanya.
”Memang lawan kita berat semua. Tapi, atlet kita juga tidak kalah hebat. Hanya saja mereka kalah pengalaman tanding,” imbuhnya. (iqb/luq)
Editor : Amin Basiri