PAMEKASAN, RadarMadura.id – Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Pamekasan ukir sejarah baru.
Dua atlet berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur di Malang Raya.
Keberhasilan tersebut menjadi penegas bahwa pembinaan terhadap atlet tercapai dengan baik meski tergolong sebagai cabang olahraga (cabor) baru. Pada Porprov VIII Jawa Timur, Perbakin Pamekasan gagal untuk memperoleh medali.
Ketua Perbakin Pamekasan Mukti Ali memaparkan, kedua atlet peraih medali itu terdiri atas Hamdani Sholihin dan Candra Dwi Arrafi. Mereka memastikan diri sebagai peraih medali emas untuk kelas 10 meter air pistol men team.
”Hamdani Sholihin juga menyumbang medali perak untuk kategori 10 meter air pistol men. Ini menjadi yang pertama bagi Perbakin Pamekasan dalam sejarah perhelatan pesta olahraga tingkat regional Jawa Timur,” ungkapnya.
Mukti berharap agar prestasi yang dihasilkan atlet bisa menjadi pemacu semangat bagi insan olahraga lainnya.
Sehingga, bisa bergabung dengan tim. Dia berkomitmen untuk mempertahankan tradisi emas Porprov Jawa Timur.
”Karena kami berkomitmen untuk tetap mempertahankan tradisi emas di porprov ini dengan harapan bisa menjaring calon-calon atlet yang lain untuk bergabung dengan cabor menembak yang selama ini minim peminat karena mungkin faktor biaya senjata/unit yang relatif mahal,” terangnya.
Di sisi lain, Perbakin Pamekasan harus absen untuk kategori bertanding 10 meter air riffle mix team.
Sebab, kontingen Kota Gerbang Salam itu tidak memiliki unit untuk kelas tersebut. Harga untuk satu senjata berkisar Rp 100 juta.
Mukti menegaskan, Perbakin Pamekasan butuh proses untuk bisa mencapai titik tersebut. Menurut dia, prestasi atlet bisa menjadi penyemangat untuk mempersiapkan cabor lebih baik. Terutama, dalam pengadaan alat atau senjata. (afg/luq)
Editor : Amin Basiri