PAMEKASAN, RadarMadura.id – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pamekasan harus kehilangan dua pemain inti. Mereka tidak bisa membela daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur.
Dua atlet itu adalah Moh. Alfarezal Prayoga dan Krisna Wirayudha Pratama. Alfarezal tak bisa membela Pamekasan lantaran kepentingan melatih di Singapura. Sementara Wirayudha tidak mendapatkan izin dari tempat dia bekerja di Papua.
Sekretaris PBSI Pamekasan Arif Rahman mengatakan, cabang olahraga (cabor) telah memprediksi kemungkinan buruk tersebut.
Dia mengaku telah berusaha untuk mendatangkan dua pemain andalan tersebut meski tak berbuah manis.
Baca Juga: Ajeng Raih 6 Medali Kejurnas, Perenang Sumenep Percaya Diri Sambut Porprov
”Awalnya, kami sudah membayangkan akan mendapat medali jika melihat dari rekam jejak dua atlet tersebut.
Tetapi, memang sudah tidak bisa dipaksakan lagi. Kami pun juga harus bisa memahami situasi dan alasan ini,” terang Arif.
Meski begitu, PBSI Pamekasan tetap optimistis walau tanpa atlet andalan tersebut. Cabor telah menyiapkan opsi lain dengan menerjunkan dua pemain lain dalam kompetisi yang akan mempertemukan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur itu.
”Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan medali pada Porprov IX Jawa Timur. Kami pastikan atlet mengikuti ajang pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) dengan baik sebelum kompetisi ini dimulai,” ucapnya.
Arif tetap memasang target medali dalam kejuaraan dua tahunan tersebut. Dia percaya bahwa anak didiknya akan tampil optimal. Saat ini, atlet fokus untuk mengikuti latihan sebelum berangkat ke Malang Raya dalam waktu dekat. (afg/luq)
Editor : Amin Basiri