PAMEKASAN, RadarMadura.id – Performa atlet yang tergabung dalam program pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) dipantau dengan ketat.
Sebab, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan tidak ingin sia-sia dalam memilih atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim).
Ketua Umum KONI Pamekasan Djohan Susanto mengaku telah menerima evaluasi penyelenggaraan pulatkab dari Badan Pelaksana (BP) Puslatkab. Catatan yang diberikan berkenaan dengan kemampuan atlet.
”Semuanya termonitor. Baik dari kemampuan bermain hingga kemampuan fisik masing-masing atlet. Ini penting untuk terus kita lakukan agar atlet benar-benar siap di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur,” ujarnya
Pihaknya bertekad untuk menerjunkan atlet porprov terbaik di tengah keterbatasan biaya. Mantan ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pamekasan itu berharap prestasi dari ajang dua tahunan tersebut semakin meningkat.
”Kalau sudah dimonitor seperti ini, harapannya atlet terus termotivasi dalam mengasah kemampuan mereka. Setelah Lebaran ini, kami tidak punya banyak waktu untuk kompetisi. Karena itu, skill harus dilatih dengan maksimal,” tuturnya.
Djohan memaparkan, atlet yang dianggap mengalami penurunan performa dalam latihan bisa terdegradasi.
Konsekuensi tersebut sudah diberlakukan di setiap agenda puslatkab untuk menyambut kompetisi tingkat regional tersebut.
”Akan tetapi, untuk saat ini kami belum menerima informasi BP Puslatkab mengenai atlet yang terdegradasi karena penurunan performa. Kami yakin atlet sama-sama punya keinginan kuat tampil di Porprov IX dan menjadi juara,” tutupnya. (afg/jup)
Editor : Achmad Andrian F