BANGKALAN, RadarMadura.id – Laga perdana Liga 4 grup D Jatim mempertemukan Persepam Pamekasan dan Persesa Sampang Minggu (5/1).
Pertandingan yang dihelat di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) tersebut berkesudahan dengan skor 2-2.
Kedua tim bermain terbuka sejak wasit meniup tanda dimulainya pertandingan. Jual beli serangan pun tak terelakkan.
Alhasil, Persepam Pamekasan berhasil unggul lebih awal melalui titik penalti di babak pertama.
Beberapa menit kemudian, Persesa Saampang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, kenyataan pahit harus dialami Persesa Sampang.
Sebab, Laskar Trunojoyo harus kehilangan satu pemainnya pasca diusir wasit karena melakukan pelanggaran keras ke penggawa Persepam Pamekasan.
Di babak kedua, Persepam Pamekasan memanfaatkan keunggulan pemain dengan melancarkan serangan bertubi-tubi.
Namun, solidnya lini pertahanan Persesa membuat semua peluang Persepam sia-sia.
Meski kalah jumlah pemain, Persesa tidak bermain bertahan. Alhasil, tim besutan Wimba Sutan berhasil menceploskan bola lebih awal di babak kedua lewat aksi Abd. Qodir Jailani.
Sedangkan gol penyeimbang dicetak menjelang babak kedua berakhir.
Pelatih Persepam Moh. Ibnu Jainur Rahman menyatakan, pertandingan melawan Persesa Sampang berlangsung cukup menarik.
Sebab, kedua tim bermain dengan terbuka dan saling jual beli serangan.
Pihaknya mengaku tidak puas dengan hasil akhir yang diraih timnya. Sebab, seharusnya Persepam layak memperoleh tiga poin, bukan berbagi angka.
Namun, banyak peluang emas yang tidak bisa dikonversi menjadi gol. Apalagi, Persepam unggul jumlah pemain.
”Masalah finishing akan terus kami perbaiki. Kami juga menyoroti kepemimpinan wasit yang banyak mengambil keputusan kurang tepat,” tuturnya.
”Bahkan, salah seorang pemain kami ada yang harus dilarikan ke rumah sakit,” imbuhnya.
Pelatih Persesa Wimba Sutan mengaku tak puas dengan hasil yang diraih timnya. Sebab, timnya sudah mempersiapkan dengan baik untuk meraih poin penuh di laga perdana.
Bahkan mempelajari cara bermain tim kebanggaan masyarakat Pamekasan itu.
”Tetapi, ada beberapa hal yang membuat saya kecewa dan terjadi human error. Salah satunya pemain kita dikartu merah,” katanya.
Ada beberapa catatan yang akan menjadi bahan evaluasi timnya di laga berikutnya. Salah satunya, meminimalkan kesalahan di lini belakang.
Sebab, dua gol yang dicetak lawan berasal dari kesalahan lini belakang. ”Padahal saya sudah sering bilang jangan terlalu banyak pelanggaran di belakang,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia