BANGKALAN, RadarMadura.id – Madura United (MU) mengakhiri kerja sama dengan pelatih Widodo Cahyono Putro. Semua itu tidak lepas dari rentetan hasil buruk yang diraih Laskar Sape Kerrap di empat laga awal kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Selama di bawah asuhan Widodo Cahyono Putro, MU belum pernah meraih kemenangan. Dari empat laga yang dijalani, Laskar Sape Kerrap hanya mengoleksi satu poin. Yaitu, saat bersua dengan Malut United di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (10/8).
Saat itu, tim kebanggaan masyarakat Pulau Garam dipaksa bermain imbang 1-1. Sedangkan tiga laga lainnya menderita kekalahan. Yakni, saat menghadapi Barito Putera, Perita Tangerang, dan Persis Solo.
Dirut PT Polanah Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina menyatakan, pertandingan MU melawan Persis Solo menjadi laga terakhir bagi Widodo Cahyono Putro, Jumat (13/9). Dia mengundurkan diri pasca timnya takluk dengan skor telal 4-0 atas Persis.
”Dia (Widodo Cahyono Putro) dengan profesional mengundurkan diri dari kursi kepelatihan karena beliau tidak bisa memenuhi target awal musim yang disepakati dengan manajemen,” ungkapnya.
Selain Widodo, MU juga berpisah dengan FX Yanuar sebagai analis tim. Pemutusan kerja sama itu diharapkan bisa menjadi jalan terbaik bagi MU. ”Semoga performa tim lebih baik ke depan,” imbuhnya.
Selama belum memikili pelatih kepala, tim kebanggaan masyarakat Pulau Garam dinakhodai Rakhmat Basuki (RB) sebagai karteker. Dia bukan wajah baru di skuad MU. Musim lalu berhasil membawa MU ke babak final championship series musim 2023/2024.
”Laskar Sape Kerrap akan dipimpin karteker Rakhmat Basuki sampai menemukan pelatih baru,” kata Annisa.
RB akan dihadapkan dengan laga melawan PSBS Biak hari ini (17/9). Pertandingan kedua tim akan tersaji di Stadion I Wayan Diptam Gianyar, Bali. MU berambisi mencuri poin dalam laga away tersebut.
”Setelah melawan Persis Solo, kami tiba di Bali Minggu (25/9). Lalu, melakukan persiapan di lapangan futsal karena kami kesulitan mendapat tempat latihan,” kata RB.
Pelatih asal Pemekasan itu menambahkan, timnya akan berupaya mencuri angka di markas PSBS Biak. Pihaknya sudah memperbaiki kelemahan tim yang terjadi saat menghadapi Persis Solo. Selain itu, pihaknya akan mengubah cara bermain tim agar lebih baik.
Baca Juga: Taktik Serangan Pemain MU Dievaluasi, Coach WCP Perbaiki Kesalahan sebelum Melawan Barito Putera
”Kami berharap, pemain bisa cepat beradaptasi dengan cara bermain baru kami,” harapnya.
Sementara itu, hasil buruk MU di awal Liga 1 musim 2024/2025 juga menjadi perhatian kalangan suporter. Presiden K-Conk Mania Fathur Rahman Said menyatakan, pergantian pelatih tidak menjamin pola permainan MU akan lebih baik. Namun, pihaknya meyakini, hengkangnya Widodo Cahyono Putro disebabkan hasil minor yang diraih MU di awal musim ini.
Pria yang populer dengan nama Jimhur Saros itu menyadari pergantian pelatih merupakan otoritas manajemen MU. Suporter tidak boleh merecoki urusan dapur manajemen. Suporter seharusnya fokus mendukung saat tim kalah atau menang.
”Kalah tetap kita dukung, menang kita sanjung. Filosofi suporter begitu, jangan hanya mendukung saat timnya menang saja,” imbuhnya. Baginya, supoter, manajemen, dan pemain merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ketiganya harus saling mendukung dan menguatkan.
”Pecinta sepak bola harusnya tidak menghujat saat tim kalah. Kalau yang menghujat itu namanya penonton bukan suporter. Karena suporter harusnya hanya mendukung. Jangan sok pintar menyalahkan pemain, bahkan pelatih,” katanya.
Pihaknya berharap pergantian pelatih yang dilakukan MU menjadi langkah tepat sehingga bisa membawa MU ke jalur kemenangan. Dia juga berharap MU mengakhiri kompetisi di klasemen lima besar. ”Bahkan kalau bisa harus juara,” harapnya. (jup/luq)
Editor : Ina Herdiyana