BANGKALAN, RadarMadura.id – Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada tempat latihan, pendopo pun jadi.
Atlet Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Bangkalan kategori gaya bebas rutin melakukan latihan.
Meskipun, latihan harus memanfaatkan Pendopo Pratanu. Sebab, sebagian sarana dan prasarana (sapras) terbuka belum memadai.
Sekretaris Bangkalan Fun Skate (BFS) Sahirul Alim menyampaikan, latihan rutin atlet sepatu roda gaya bebas digelar dua kali dalam seminggu.
Biasanya para atlet yang tergabung dalam klub BFS melaksanakan latihan di Bangkalan Plaza (Banplaz). Namun, saat ini masih menggunakan Pendopo Pratanu.
”Biasanya kami latihan di Banplaz. Namun, saat ini lapangan untuk sepatu roda gaya bebas masih dipakai,” jelasnya.
Menurut Sahirul, olahraga sepatu roda gaya bebas ini juga bisa dilakukan di ruang terbuka seperti Taman Paseban.
Namun, lantai di alun-alun tidak memadai sehingga harus menggunakan Pendopo Pratanu.
”Kami kalau main di alun-alun hanya untuk mengisi kegiatan car free day. Untuk latihan, tetap di Banplaz atau Pendopo Pratanu,” ucapnya.
Dia belum bisa memastikan apakah cabang olahraga (cabor) Porserosi kategori gaya bebas ini bisa terlibat dalam pelaksanaan pekan olahraga pelajar daerah (popda).
Meski demikian, latihan rutin terus dilakukan untuk meningkatkan skill atlet.
”Belum tahu apakah nanti berangkat ke popda atau tidak, untuk saat ini kami fokus melatih atlet,” jelasnya. (za/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia