PAMEKASAN, RadarMadura.id – Persepam Pamekasan harus pulang dengan kepala tertunduk.
Mereka gagal melaju babak 16 besar Liga 3 Indonesia Jawa Timur (Jatim) usai finis di peringkat 3 pada babak penyisihan 28 besar.
Dengan kegagalan ini membuat Laskar Ronggosukowati tetap berada di kasta ketiga sepak bola tanah air.
Namun, manajemen Persepam Pamekasan tidak putus asa. Mereka akan melakukan pembenahan besar-besaran.
Hal itu diungkapkan Pelatih Persepam Pamekasan Moh. Ibnu Jainurrahman. Sebagai prospek, salah satu yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kelompok under (U-17) agar tim semakin mapan.
”Kami kemarin sudah rencanakan, kalau gagal di Liga 3, maka U-17 harus dipersiapkan. Ini proyek jangka panjang,” kata Ibnu pada JPRM Jumat (12/1).
Dia menerangkan, semua orang yang ada di dalam tim merasa sedih. Namun, itu hasil pahit yang harus diterima.
Karena itu, tim tidak boleh larut dalam kesedihan, tapi menyusun rencana yang lebih besar dan melakukannya dengan maksimal.
Pengaktifan U-17 Persepam Pamekasan ini untuk menyiapkan para pemain pada musim kompetisi selanjutnya. Sehingga, tim jauh lebih siap daripada harus melakukan seleksi.
”Karena ketika seleksi itu dilakukan, maka konsekuensinya kita akan terkuras waktu. Kami di manajemen sudah melakukan evaluasi kecil-kecilan,” ujarnya.
Manajer Persepam Pamekasan Fattah Jasin mengapresiasi perjuangan para penggawa Laskar Ronggosukowati.
Pasalnya, dengan keterbatasan dari berbagai sektor tim kebanggaan masyarakat Kota Gerbang Salam ini masih bisa lolos hingga babak 28 besar.
”Itu sesuatu yang sulit dengan kondisi tim yang terbatas. Tapi, para pemain sudah menunjukkan perjuangannya. Mereka patut kami banggakan,” katanya. (di/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia