SAMPANG, RadarMadura.id – Setiap cabor yang mengikuti Porprov VIII Jatim dituntut untuk tampil maksimal. Tujuannya, agar bisa membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah.
Untuk mewujudkan itu, tidak heran sebagian cabor memilih untuk melakukan tryout antar kabupaten/kota. Semata-mata hanya untuk mengukur kemampuan atlet. ”Kendala kita jarang melakukan uji coba antar daerah,” kata Pelatih Taekwondo Indonesia (TI) Sampang Maulana Rusli Pratama.
Meski begitu, pihaknya meyakini bahwa anak asuhnya tetap bisa maksimal dalam pelaksanaan event akbar tersebut. Sebab, mereka diproyeksikan ke porprov karena pernah ikut kejuaraan yang sama sebelumnya.
”Persiapan kita sudah matang karena sebagian sudah berpengalaman di porprov. Namun, kita tetap tidak bisa meremehkan lawan. Apalagi, atlet puslatda yang belum pernah mendapat medali itu bisa ikut dalam kejuaraan ini,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Nanang itu menyatakan, pada pelaksanaan porprov kali ini, ada banyak atlet kuda hitam yang akan menjadi lawan tangguh. Meski begitu, TI Sampang tetap optimistis bisa meraih juara.
Terpisah, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang Abdul Wasik mengajak seluruh atlet untuk menanamkan rasa percaya diri selama pertandingan bergulir. Untuk itu, pihaknya meminta untuk bermain maksimal.
”Apa pun hasilnya, itu urusan belakangan. Yang terpenting berikan yang terbaik. Saya yakin tak satu pun dari atlet yang tak ingin naik podium. Maka, berusahalah sekuat tenaga untuk menjemput kemenangan,” ajaknya. (afg/daf)
Editor : Berta SL Danafia