Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Persepam Reborn Tatap Liga 3

Abdul Basri • Rabu, 27 Oktober 2021 | 01:28 WIB
persepam-reborn-tatap-liga-3
persepam-reborn-tatap-liga-3


PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Persepam hidup lagi setelah lama tak ikut kompetisi. Penyebabnya, klub kebanggaan masyarakat Pamekasan ini tidak merumput karena mendapat sanksi.


Launching perdana Persepam Reborn menjadi momen kebangkitan klub sepak bola di Kota Gerbang Salam. Pasalnya, klub ini sempat mati suri selama beberapa tahun. Banyak kalangan yang menyambut baik kelahiran kembali Persepam di kancah persepakbolaan Indonesia.


Peresmian Persepam Reborn dihadiri Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta perwakilan forkopimda di taman kompleks Mandhapa Aghung Ronggosukowati Sabtu malam (23/10). Selain itu, turut hadir Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Loeqman Al-Hakim bersama tamu undangan lain.


Dalam sambutannya, Bupati Baddrut Tamam menyampaikan rasa kasih kepada seluruh pihak yang turut berusaha mendorong Persepam menjadi klub yang lebih baik. Perjalanan dalam melahirkan Persepam telah melalui dinamika panjang dengan semangat dan etos kerja yang baru.


”Perjalanan Persepam ini tidak mudah. Mulai dari masa kejayaan hingga terdegradasi dan lahir kembali sebagai klub sepak bola yang akan berbenah menjadi lebih baik,” ungkapnya.


Baddrut meminta seluruh komponen bekerja sama dengan baik demi kemajuan Persepam. Sebab, mencabut sanksi yang berlaku bukanlah hal yang mudah. Karena itu, seluruh pihak mulai dari Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), KONI, manajemen, dan pemain Persepam harus padu dalam berkontribusi.


”Tidak ada yang lebih terhormat di antara satu dengan yang lain. Semuanya harus berkontribusi positif untuk kemajuan Persepam ke depan,” tegasnya.


Di tempat yang sama, Ketua Askab PSSI Pamekasan Djohan Susanto menyatakan, launching Persepam merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan lahirnya kembali klub berjuluk Laskar Ronggosukowati. Mulai 2017, Persepam tidak mengikuti kompetisi resmi sepak bola di Indonesia setelah mendapat sanksi.


Djohan menambahkan, peresmian Persepam tahun ini menjadi penentu kelanjutan nasib dari klub sepak bola yang berdiri 1970 itu. Sebab, jika tidak mengikuti Liga 3 kali ini, Persepam secara otomatis akan terhapus dari keanggotaan Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur. ”Kami bersyukur atas semua dukungan semua pihak, terutama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta yang lain,” sambungnya.


Sementara itu, Manajer Persepam Ali Wafa Subki meminta dukungan penuh dari para pencinta klub kebanggaan warga Pamekasan ini. Dengan diluncurkannya Persepam Reborn, menjadi amanah baginya untuk melanjutkan kembali harapan dan cita-cita para manajer pendahulu.


Karena itu, Ra Ali memohon doa restu dari semua pihak agar bisa menjalankan amanah dengan baik. Dengan begitu, Persepam bisa menghadapi tantangan ke depan dengan mudah dan menjadi klub yang dibanggakan warga Pamekasan dan Madura pada umumnya.


”Mari saling bahu-membahu dan bergandengan tangan dalam berkomitmen dan memberikan dukungan terbaik bagi klub sepak bola kebanggaan masyarakat Pamekasan ini,” tandasnya. (c1)


Editor : Abdul Basri
#pamekasan