Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penyusun Kamus Bahasa Madura-Indonesia Adrian Pawitra Wafat di RSUD Sidoarjo

Hendriyanto • Selasa, 18 Juli 2023 | 15:40 WIB

BERDEDIKASI: Adrian Pawitra (kiri) membimbing peserta seleksi cerita anak dwibahasa 2023 di Hotel Fave Sidoarjo, 24 Mei 2023. (Luqman Hakim/RadarMadura.id)
BERDEDIKASI: Adrian Pawitra (kiri) membimbing peserta seleksi cerita anak dwibahasa 2023 di Hotel Fave Sidoarjo, 24 Mei 2023. (Luqman Hakim/RadarMadura.id)

SIDOARJO, RadarMadura.id –  Penyusun Kamus Bahasa Madura-Indonesia Adrian Pawitra meninggal dunia, Senin (17/7). Dia meninggal dunia di RSUD Sidoarjo sekitar pukul 23.40 WIB.

Adrian lahir di Bangkalan pada 20 Agustus 1969. Kecintaannya kepada Madura diekspresikan dengan terlibat aktif dalam pelestarian dan pengembangan bahasa Madura. Itu diwujudkan dengan penyusunan kamus, penciptaan lagu, dan lain-lain.

Majalah Libas edisi Oktober 2016 menulis, berbekal warisan buku Ejaan Madura Tepat Ucap yang disusun ayahnya, Muhammad Irsyad, 1998—2000, Adrian mulai menginventarisasi kosakata bahasa Madura. Ayahnya juga mewariskan banyak naskah kuno tentang Madura serta kamus Madura-Belanda yang diterbitkan sebelum Indonesia merdeka.

Adrian dan kawan-kawannya mendirikan Yayasan Pragalba yang juga diketuainya. Kamus Lengkap Bahasa Madura-Indonesia yang dia susun diterbitkan oleh penerbit Dian Rakyat pada 2009.

Semasa hidupnya, dia sering terlibat dalam kegiatan kebahasaan. Beberapa waktu terakhir sebelum jatuh sakit, Adrian masih menjadi tutor dalam seleksi penulisan cerita anak dwibahasa 2023. Khususnya untuk cerita berbahasa Madura.

Baca Juga: Moh. Hafid Effendy: Hanya Perspektif Dunia Luar Menakut-nakuti Kepunahan Bahasa Madura

Selain itu, terlibat dalam upaya pengajuan bahasa Madura sebagai warisan budaya tak benda oleh Disbudpar Jawa Timur. Sebelumnya, pada 2021, pria yang tinggal di Gedangan, Sidoarjo, itu ikut seleksi penerjemahan karya buku sastra Madura. Dia terpilih untuk menerjemahkan buku puisi Madura karya Mat Toyu yang berjudul Sokana.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma turut berdukacita atas meninggalnya tokoh kelahiran Bangkalan ini. Hendra mendoakan almarhum mendapat maghfirah, rahmat, nikmat dari Allah SWT serta syafaat dari Rasulullah SAW.

”Semua keluarga yang ditinggalkannya tetap ikhlas, sabar, dan tawakkal atas musibah ini. Jenazah akan dimakamkan di Kediri. (luq/dry)

Editor : Hendriyanto
#Adrian Pawitra #bangkalan #bahasa madura #rsud sidoarjo #Penulis madura #sidoarjao #balai bahasa jawa timur