SUMENEP – Kabupaten Sumenep resmi dinobatkan sebagai Kota Keris. Penghargaan itu diberikan induk paguyuban keris Indonesia, Senopati Nusantara, pada acara Senopati Nusantara Award di Pendapa Keraton Sumenep Jumat (11/8). Penghargaan diterima langsung oleh Bupati A. Busyro Karim.
Selain itu, diberikan penghargaan Tokoh Keris Sumenep kepada Wabup Achmad Fauzi dan Maestro Keris Sumenep kepada Mukaddam, salah seorang perajin keris. Tiga penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Sekjen Senopati Nusantara Hasto Kristiyanto di Pendapa Keraton Sumenep.
Menurut Hasto, Sumenep merupakan daerah dengan perajin keris terbanyak di Indonesia. Pada 2016, jumlah perajin keris di kabupaten ujung timur Madura itu mencapai 648 perajin. ”Indonesia ini kuat karena rakyat dan pemerintahnya menjaga budaya yang ada,” ucapnya.
Hasto mengungkapkan, penghargaan tersebut dimaksudkan untuk mengapresiasi para pegiat keris di Sumenep. Tujuannya, agar terus mengembangkan keris sebagai salah satu warisan budaya. ”Kami kagum dengan empu keris di Sumenep karena mampu menghasilkan cita rasa keris yang indah,” jelasnya.
Dia juga mengagumi kualitas keris di Sumenep. Keris buatan empu di Sumenep telah diekspor ke berbagai negara. Seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa negara di Eropa. ”Karena itu, kami perlu mengapresiasi dan membantu pengembangan keris di Sumenep ini. Sehingga eksistensi keris sebagai pusaka asli Indonesia tetap terjaga,” ujarnya.
Selain penghargaan, Senopati Nusantara Award juga diramaikan Pameran Pusaka. Pameran tersebut diikuti 222 paguyuban keris, Tosan Aji se-Indonesia, dan 11 paguyuban keris di Kabupaten Sumenep.
Editor : Abdul Basri