SAMPANG, RadarMadura.id - Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang tahun ini terancam tidak terlaksana.
Kondisi tersebut dipicu dampak efisiensi anggaran yang terjadi di pemerintah desa (pemdes).
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, tindak lanjut pelayanan posyandu saat ini masih dalam tahap pembahasan.
Terutama terkait pengalokasian anggaran insentif bagi kader posyandu.
”Dalam sebulan terakhir ada persoalan di posyandu mengenai insentif yang dikeluhkan oleh kepala desa, katanya Kamis (5/3).
Dia menjelaskan, persoalan tersebut muncul sebagai dampak efisiensi APBDes.
Selama ini, sekitar lima ribu lebih kader yang tersebar di 1.054 posyandu menerima insentif yang bersumber dari anggaran desa.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah posyandu dikabarkan tidak akan menjalankan program yang saat ini menjadi bagian dari standar pelayanan minimum.
”Ini yang dikhawatirkan teman-teman kader. Bahkan, ada yang memilih tidak menjalankan kegiatan, tambahnya.
Agus mengaku pihaknya telah membahas serius persoalan tersebut dan berkomitmen agar program posyandu tetap berjalan tahun ini.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pemerintah desa melalui kecamatan agar tetap mengalokasikan insentif bagi kader posyandu.
”Posyandu ini garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Jadi kami berkomitmen kegiatan tetap terlaksana tahun ini, ujarnya.
Menurut dia, secara kelembagaan posyandu berada di bawah pemerintah desa.
Karena itu, desa diharapkan tetap menganggarkan insentif kader melalui dana desa.
”Kami juga sudah meminta melalui DPMD agar desa tetap mengalokasikan anggaran untuk insentif kader, jelasnya.
Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim menyampaikan, efisiensi merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
Dengan demikian, lapisan pemerintah daerah harus bisa menerima. Meskipun demikian, dirinya tetap meminta program posyandu tetap bisa telaksana.
”Kami berharap pemerintah memiliki skema anggaran lain untuk kegiatan posyandu sehingga tetap berjalan optimal,” tandasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri