SAMPANG, RadarMadura.id – Virus lumpy skin disease (LSD) atau penyakit cacar sapi di Sampang makin marak.
Saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mendeteksi 84 sapi terjangkiti penyakit ini.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperta KP Sampang Arif Rahman mengatakan, pada Februari pihaknya mendata kasus hewan ternak yang terjangkiti LSD sebanyak 36 ekor. Namun, sekarang jumlahnya terus bertambah.
”Secara keseluruhan sudah ada 84 ekor sapi terpapar LSD. Sedangkan yang sembuh ada 35 ekor,” ujarnya.
Dia mengutarakan, sejauh ini belum ditemukan sapi mati akibat virus LSD. Meski begitu, penyakit cacar sapi berpotensi menyebabkan kematian. Utamanya, sapi usia muda.
”Kalau sapi dewasa meski terpapar LSD masih bisa sembuh, asalkan langsung ditangani,” tuturnya.
Arif mengeklaim, sudah melakukan upaya untuk mencegah makin maraknya virus LSD. Di antaranya, melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak.
Dia mengajak peternak menjaga kebersihan kandang agar sapi tidak mudah terjangkiti LSD.
Menurutnya, sapi rentan terjangkiti virus saat pergantian musim. Cara mengobatinya melalui vaksinasi.
”Makanya mesti dilakukan vaksinasi agar kekebalan tubuh sapi itu tetap terjaga dengan baik,” tukasnya. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti