ROBATAL, RadarMadura.id – Cuaca pancaroba yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Sampang mulai menimbulkan dampak.
Sebuah pohon jenis kolpoh dengan diameter sekitar 40 sentimeter dilaporkan tumbang dan menimpa satu unit sepeda motor di Jalan Raya Torjunan, Desa Torjunan, Kecamatan Robatal.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian.
Sebab, pohon tumbang tersebut menghalangi akses pengguna jalan dan menimpa satu unit sepeda motor yang sedang terparkir.
”Begitu mendapat laporan dari warga, tim gabungan langsung bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat,” katanya kemarin (2/11).
Dia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan bersama warga secara gotong royong. Petugas memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin agar material kayu tidak menghalangi akses jalan.
”Beruntung tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu unit sepeda motor yang tertimpa pohon tumbang,” terangnya.
Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi saat memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.
Pada periode ini, potensi angin kencang, puting beliung, dan hujan lebat dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga memicu bencana hidrometeorologi.
”Pancaroba ini terjadi sampai November. Namun, puncak hujannya diprediksi pada Desember (2026) hingga Februari (2027),” ungkap Hozin.
Dia menyebutkan, sejumlah kecamatan di Sampang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Di antaranya, Kecamatan Torjun, Sampang, Camplong, Omben, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, dan Banyuates.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada. Di antaranya dengan melakukan penebangan atau pemangkasan dahan pohon yang sudah tinggi di sekitar permukiman untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang susulan.
”Jika terjadi keadaan darurat atau bencana di wilayah masing-masing, segera berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan, atau menghubungi BPBD Sampang,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Bashiri