
SAMPANG, RadarMadura.id – Capaian aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) di Kabupaten Sampang masih rendah.
Bahkan, capaian tersebut menjadi yang terendah di wilayah Jawa Timur. Kondisi ini mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Plt Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang Rahmawati Agustianingsih mengatakan, upaya percepatan aktivasi IKD terus digalakkan.
Terlebih, saat ini IKD juga dikaitkan dengan program perlindungan sosial (perlinsos).
”Masyarakat sudah mulai sadar untuk melakukan aktivasi IKD,” katanya, Rabu (28/10).
Rahmawati mengungkapkan, target aktivasi IKD di Sampang tahun ini sebanyak 228.687 orang.
Jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari penduduk wajib KTP yang telah melakukan perekaman.
Berdasarkan data Dispendukcapil, jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP di Sampang mencapai 762.289 orang.
”Memang masih rendah, baru tercapai 1,66 persen,” ungkapnya.
Menurut dia, rendahnya capaian tersebut mendorong Pemprov Jatim untuk membantu percepatan aktivasi IKD di Sampang. Bantuan itu dijadwalkan berlangsung sekitar pertengahan bulan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




