Gadis 20 Tahun Ditemukan Tewas, Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh

Amin Bashiri • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:07 WIB
IDENTIFIKASI: Anggota Polres Sampang saat melakukan identifikasi pada jenazah Hoirunni, di rumah duka, Rabu (14/10).
IDENTIFIKASI: Anggota Polres Sampang saat melakukan identifikasi pada jenazah Hoirunni, di rumah duka, Rabu (14/10).

SAMPANG, RadarMadura.id – Warga Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan pada Rabu (14/10) sore.

Perempuan bernama Hoirunni, 20, ditemukan tergeletak di tepi pantai dalam kondisi meninggal dunia.

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di pinggir pantai Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, sekitar pukul 16.00.

"Diketahui korbannya yakni Hoirunni, 20, perempuan, warga Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong," bebernya.

Perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, korban berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 14.00 untuk mencari kerang di pinggir pantai. "Setelah diizinkan, lalu korban pergi ke pantai," ungkapnya.

Sekitar pukul 16.00, seorang warga yang hendak melaut untuk mencari ikan melihat korban tergeletak di tepi pantai.

Warga tersebut kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Kemudian warga tersebut berteriak memanggil warga sekitar meminta tolong," bebernya.

Warga yang berdatangan ke lokasi selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Camplong untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, setibanya di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Eko menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban diduga meninggal setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

Kondisi tersebut diduga menyebabkan korban terjatuh ke air laut saat mencari kerang di pinggir pantai.

"Setelah dilakukan visum luar oleh Unit Identifikasi Reskrim Polres Sampang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ungkapnya.

Eko menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan visum terhadap korban karena menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.

"Keluarga korban menganggap kejadian tersebut merupakan takdir serta murni musibah dan tidak ada tuntutan hukum kepada siapa pun dari pihak keluarga korban," tandasnya. (bai/han)

Editor : Amin Bashiri
jasad perempuan sampang