SAMPANG, RadarMadura.id – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi yang dikelola Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang mendekati target. Hingga Agustus, retribusi yang terserap mencapai sekitar 84,5 persen. Namun, ada lapangan yang belum menyumbang PAD seperti lapangan voli.
Kabid Pemuda dan Olahraga (Pora) Disporabudpar Sampang Isma Ulfa menyampaikan, rekapitulasi capaian retribusi triwulan ketiga belum tuntas. Saat ini yang terdata hingga Agustus mencapai Rp 253,5 juta dari target Rp 300 juta atau 84,5 persen.
Dia menjelaskan, realisasi PAD dari fasilitas olahraga tersebut saat ini sudah mencapai Rp 253,5 juta. Dengan begitu, untuk mencapai target disporabudpar masih kurang Rp 46,5 juta. Salah satu penyumbang terbesar berasal dari sektor sewa lapangan tenis GOR indoor.
”Lapangan ini digunakan untuk kegiatan insidental dan komersial, tidak hanya kegiatan olahraga,” terangnya.
Baca Juga: Konsultan Pengawas PJU Sampang Harus Punya 15 Inspektur
Menurutnya, capaian retribusi lapangan tenis indoor tembus 145 persen. Yakni, dari target Rp 50 juta telah terealisasi Rp 72 juta. Sementara itu, sewa fasilitas olahraga lainnya, seperti tenis outdoor, mencapai 97 persen.
”Lain-lainnya seperti futsal dan sepak bola itu baru 34 persen,” ungkapnya.
Isma optimistis, target PAD tersebut mencapai 100 persen. Dia bertekad siap menaikkan target jika diminta saat perubahan anggaran keuangan (PAK). Sebab, tahun depan targetnya dipastikan naik. ”Kami siap, sesuai kondisi potensi yang bisa dinaikkan,” paparnya.
Menurutnya, salah satu potensi yang bisa dinaikkan berasal dari lapangan GOR tenis indoor. Sedangkan potensi PAD yang belum tergarap berasal dari lapangan voli Sampang Sport Center (SSC). Namun, sampai saat ini belum ditarik retribusi karena belum ada pagarnya.
”Akhirnya dipakai bebas. Padahal berpotensi yang menjadi pilihan ketika ada event,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Anis Billah