SAMPANG, RadarMadura.id – Pengembangan seni tari di Kabupaten Sampang sampai saat ini masih belum optimal. Pasalnya, seniman yang tergabung dalam sanggar itu belum pernah mendapatkan suntikan dana hibah.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Sampang Abdul Basith mengatakan, Pemkab Sampang telah melakukan pembinaan dan memfasilitasi seniman, khususnya seni tari karena sering dilibatkan dalam berbagai event. "Seperti melibatkan mereka dalam combo duk dan mengutus seniman ke sejumlah event di luar kota," katanya.
Selain itu, lanjut dia, fasilitas yang diberikan kepada sanggar tari adalah legalitas berupa nomor induk kesenian (NIK). Setidaknya ada sekitar 25 sanggar yang sudah mengantongi NIK dan menjadi binaan Disporabudpar Sampang.
"Kalau bantuan dana hibah untuk sanggar tari memang belum ada, seharusnya memang ada. Tetapi kondisi fiskal belum memungkinkan," paparnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Budayawan Sampang Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo menyampaikan, atensi dari pemkab terhadap seniman sangat penting. Tidak cukup jika hanya memberikan NIK, namun diharapkan juga ada bantuan dana hibah. Kalau tidak ada anggaran, Pemkab Sampang bisa mengajukan bantuan kepada pusat.
"Tidak semua seniman mapan secara finansial. Oleh karena itu, Pemkab Sampang harus hadir dengan memberikan motivasi berupa bantuan dana hibah. Ada program Dana Indonesiana dari pemerintah pusat yang pernah saya dapatkan, semoga Pemkab Sampang bisa mengusulkannya untuk seniman," tandasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri