SAMPANG, RadarMadura.id – Pelaksanaan job fair yang akan digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang kembali ditunda.
Kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tersebut sebelumnya ditargetkan terlaksana Agustus. Namun, hingga kini belum direalisasikan.
Kabid Penempatan, Perluasan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Sampang Uriantoni Triwibowo menyampaikan, pelaksanaan job fair tahun ini mengalami sedikit perubahan dibandingkan tahun lalu.
Salah satunya karena anggaran yang disediakan mengalami pengurangan.
”Dulu anggaran kami Rp 100 juta, kini hanya Rp 50 juta. Tapi, tetap kami maksimalkan,” katanya Kamis (13/8).
Tri tidak menampik pelaksanaan job fair belum sesuai dengan rencana awal.
Menurut dia, pihaknya membutuhkan cukup waktu untuk melakukan berbagai persiapan.
Salah satunya berkomunikasi dengan perusahaan yang akan dilibatkan.
”Melaksanakan job fair harus melakukan komunikasi dengan perusahaan besar, termasuk penawaran ke SMK yang bersedia,” tambahnya.
Dia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut nantinya akan bekerja sama dengan salah satu SMK.
Kolaborasi itu dilakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran. Namun, pihaknya belum menentukan SMK yang akan digandeng.
”Tapi sementara belum tahu akan menggandeng SMK mana,” jelasnya.
Kegiatan yang ditujukan untuk menekan angka pengangguran tersebut diperkirakan digelar September atau Oktober.
Rencananya, sekitar 15 perusahaan akan diundang untuk berpartisipasi.
”Tahun lalu kami juga melaksanakan di akhir Oktober,” paparnya.
Menurut Tri, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sampang pada 2025 tercatat 17.744 orang.
Meski demikian, angka tersebut diklaim masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
”Catatan di Jawa Timur, Kabupaten Sampang tergolong rendah, bukan yang tertinggi,” pungkasnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti