Bangunan Irigasi Dibongkar, P3TGAI Dharma Tanjung tanpa Fondasi

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:08 WIB
MINTA DIBONGKAR: TA P3TGAI Sampang Roif Fitrianto didampingi Asta Dwi Aryo melihat pekerjaan irigasi di Desa Dharma Tanjung, Camplong, Sampang, Sabtu (8/8). (DWI ARYO UNTUK JPRM)
MINTA DIBONGKAR: TA P3TGAI Sampang Roif Fitrianto didampingi Asta Dwi Aryo melihat pekerjaan irigasi di Desa Dharma Tanjung, Camplong, Sampang, Sabtu (8/8). (DWI ARYO UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Tenaga Ahli (TA) P3TGAI Sampang turun langsung ke lokasi pembangunan irigasi di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Sabtu (8/8).

Dia meninjau pekerjaan tersebut didampingi Asisten Tenaga Ahli (Asta) P3TGAI Kecamatan Camplong Dwi Aryo.

Hasil monitoring tersebut menunjukkan terdapat pekerjaan saluran tanpa galian, yakni pada saluran yang mengarah ke sisi selatan.

Karena itu, mereka meminta pelaksana membongkar bagian tersebut karena dibangun tanpa fondasi.

”Iya, tak suruh bongkar itu,” kata Aryo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Aryo mengutarakan, pihaknya mengukur ulang panjang saluran yang dikerjakan kelompok tersebut.

Menurutnya, pelaksana harus menambah panjang saluran karena volumenya dinilai tidak sesuai.

”Sudah diukur per segmennya, perlu nambah beberapa meter. Tapi belum saya hitung,” tuturnya.

Selain itu, ukuran lebar atas galian sudah sesuai, yakni 30 sentimeter. Tingginya juga sudah sesuai, yaitu 60 sentimeter.

Namun, lebar pada bagian atas perlu dihitung ulang. Dia menduga ukurannya masih kurang.

Ilustrasi Grafis Dibantu Meta AI
Ilustrasi Grafis Dibantu Meta AI

”Lebar atasnya kurang, nanti kita hitung ulang,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa pembangunan irigasi di Desa Dharma Tanjung terindikasi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pantauan koran ini pada Rabu (5/8), kegiatan tersebut belum selesai. 

Pada bagian fondasi, galiannya diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

TA P3TGAI Sampang Roif Fitrianto menilai bangunan irigasi tanpa galian fondasi merupakan pekerjaan yang keliru. 

Karena itu, jika terbukti tidak memiliki galian fondasi, bagian tersebut harus dibongkar.

”Kalau tidak ada galian fondasi, itu keliru. Secara teknis, kedalaman fondasi minimal sepertiga dari tinggi bangunan,” ujarnya.

Roif mengaku sempat turun ke lokasi di Desa Dharma Tanjung saat pekerjaan baru dimulai.

Saat itu, dia melihat pasangan batu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Karena itu, pihaknya meminta agar pekerjaan tersebut diperbaiki. (bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
P3TGAI Sampang Desa Dharma Tanjung Pembangunan Irigasi Fondasi dibongkar