Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Logika Terbalik Kabupaten ‘Kepulauan’

A
Penulis: Amin Basiri❯
Rofiki Ar.
Rofiki Ar.

Advertisement


Oleh: Rofiki Ar. (Mahasiswa Magister Filsafat Universitas Gadjah Mada)


Advertisement

Belakangan ini publik dihebohkan dengan wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep. Sejak tulisan ini dibuat, di beberapa media massa sudah muncul tulisan-tulisan sebagai bentuk respons.

Sementara di platform media sosial, wacana ini makin mengemuka membentuk perdebatan pro dan kontra. 

Wacana ini sebenarnya bukan barang baru, terhitung sejak diusulkan pertama kali oleh DPRD Kabupaten Sumenep pada tahun 2007.

Advertisement

Menurut catatan yang ada, Komisi B DPRD saat itu bahkan sudah melakukan kajian dan studi banding ke Kepulauan Riau (Fauzi AS, 2026). 

Kita bisa melihat setidaknya ada keseriusan yang ditampakkan, meskipun kemudian terkendala prosedur administratif dan mandek selama bertahun-tahun.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, yang menghidupkan kembali wacana ini, beralasan bahwa dengan perubahan nomenklatur Sumenep menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep ‘diharapkan’ akan mengurangi disparitas antara wilayah kepulauan dan daratan.

Alasan ini bisa kita maklumi sebab Sumenep memang merupakan daerah kepulauan dengan sekitar 126 pulau yang membentang dari Laut Jawa hingga Laut Flores dan Bali di bagian timur dan tenggara. 

Karakter geografis seperti ini tentu memunculkan beberapa tantangan dan problem utama seperti pemerataan kesejahteraan, akses kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, yang selama ini memang menjadi PR besar bagi pemerintah daerah.

Sebagian publik barangkali sudah memahami betapa kompleksnya problem yang dialami masyarakat kepulauan. Sejak lama, pemerintahan yang berjalan hanya dilalui dengan pergantian kepemimpinan bupati satu ke bupati lainnya. Progres pembangunan berjalan terlampau lamban—untuk tidak mengatakan nyaris tak ada perubahan berarti.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

kemajuan Sumenep ke depan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan.

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Keris.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer