Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jatah Pupuk Subsidi Dipangkas Ribuan Ton

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:10 WIB
STOK: AE PT Pupuk Indonesia Yoppy Sandy Julian (baju putih) saat melihat stok pupuk di Gudang Penyangga Lini III PT Petrokimia Gresik di Sampang Rabu (15/7). (AYU LATIFAH/JPRM)
STOK: AE PT Pupuk Indonesia Yoppy Sandy Julian (baju putih) saat melihat stok pupuk di Gudang Penyangga Lini III PT Petrokimia Gresik di Sampang Rabu (15/7). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sampang kembali menyusut.

Tahun ini, alokasi pupuk dipangkas hingga ribuan ton karena dialokasi ke daerah lain yang dinilai lebih membutuhkan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pupuk saat musim tanam mendatang.

Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin menjelaskan, pengurangan alokasi pupuk merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Baca Juga: Kisah Biru Tsabita, UMKM Tas dan Dompet Pemalang Naik Kelas Bersama BRI

Sebagian jatah pupuk Sampang dialihkan ke kabupaten lain. Pengurangan itu untuk dipindahkan ke kabupaten lain, ujarnya Rabu (15/7).

Pengurungan itu, kata Nurdin, berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan pupuk petani di Kota Bahari.

Sebab, usulan dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) masih jauh di atas alokasi yang disetujui pemerintah.

Dalam RDKK, kebutuhan pupuk urea diusulkan sebanyak 29.081 ton dan NPK 31.909 ton.

Namun, pemerintah hanya menyetujui sekitar 26 ribu ton pupuk urea dan 22 ribu ton NPK. Jumlah tersebut kini kembali dikurangi.

Pemangkasan terbesar terjadi pada pupuk organik yang berkurang sekitar 4.600 ton. Sementara pupuk urea berkurang sekitar 2.000 ton dan NPK sekitar 6.500 ton.

Yang disetujui saja sudah di bawah kebutuhan. Sekarang alokasinya masih dikurangi lagi, katanya.

Nurdin menyebut, pengurangan pupuk organik tidak terlalu berdampak untuk petani di Sampang.

Sebab, penggunaannya relatif rendah. Menurutnya, petani lebih membutuhkan pupuk urea dan NPK.

Grafis Alokasi Pupuk Subsidi Terbaru. (Dibantu AI)
Grafis Alokasi Pupuk Subsidi Terbaru. (Dibantu AI)

Baca Juga: Kondisi Fisik Pemain Menurun, Persepam Soroti Minimnya Kompetisi Internal

Hingga Juli, serapan pupuk subsidi juga masih rendah. Untuk pupuk urea baru mencapai 34,8 persen atau 9.162 ton. 

Sedangkan NPK baru 35,4 persen atau 7.813 ton. Rendahnya serapan dipengaruhi musim kemarau. Banyak petani beralih menanam tembakau yang tidak menggunakan pupuk subsidi.

Biasanya serapan sudah sekitar 50 persen. Sekarang banyak petani menanam tembakau sehingga kebutuhan pupuk subsidi menurun, jelasnya.

Disperta KP Sampang kini telah mengusulkan tambahan alokasi pupuk untuk menghadapi musim tanam pertama (MT I).

Besaran usulan masih dihitung bersama distributor agar sesuai kebutuhan riil di lapangan.Kami usulkan lebih awal supaya nanti saat musim tanam tidak kekurangan, ungkapnya.

Sementara itu, Account Executive PT Pupuk Indonesia Yoppy Sandy Julian mengatakan, pengurangan alokasi tidak hanya terjadi di Sampang, melainkan di seluruh wilayah Madura.

Rendahnya serapan pupuk selama musim kemarau membuat sebagian alokasi dialihkan ke daerah yang sedang memasuki musim tanam.

Di Sampang, musim tanamnya sekitar September. Karena itu, alokasi sementara dialihkan ke daerah lain dan akan dikembalikan lagi pada akhir Agustus, katanya.

Yoppy memastikan stok pupuk di Sampang tetap aman. Saat ini masih tersedia sekitar 1.800 ton pupuk di gudang penyangga.

Selain itu, mulai Agustus akan dibangun gudang relokasi baru dengan kapasitas lebih besar sebagai persiapan menghadapi musim tanam pertama.

Insyaallah kebutuhan tetap terpenuhi. Kami juga mempercepat distribusi melalui ekspeditur dan menambah tenaga bongkar muat agar penyaluran berjalan lancar, pungkasnya. (ay/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
alokasi pupuk dipangkas pupuk bersubsidi Disperta KP Sampang