SAMPANG, RadarMadura.id – Pelaksanaan open house dan MPLS siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Sampang dijadwalkan digelar Senin (13/7).
Namun, karena persiapan belum matang, kegiatan tersebut ditunda sampai akhir bulan ini.
Kepala SRT 1 Sampang Denok Setyowati menyampaikan, pelaksanaan open house rencananya akan dilanjutkan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Namun, kegiatan ini ditunda berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) dengan pemkab, Jumat (10/7).
”Hasil rakor mempertimbangan dari sisi sarpras sehingga diundur,” katanya Senin (13/7).
Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan tiga opsi pelaksanaan open house dan MPLS. Yakni Senin (13/7), Jumat (31/7), dan Senin (31/8). Dari hasil rakor open house dan MPLS diagendakan pada Jumat (31/7).
”Meskipun Sekolah Rakyat rintisan sudah ada yang melaksanakan lebih dahulu, tetapi siswa baru nanti akan melaksankan open house lagi,” tuturnya.
Denok mengungkapkan, penundaan jadwal open house tersebut dimanfaatkan untuk mematangkan berbagai persiapan.
Di antaranya tenaga guru tamu, tenaga pendidik tamu, wali asrama, wali asuh, dan yang lainnya.
”Kami lebih leluasa mempersiapkan sehingga 31 Juli sudah terpenuhi semua, meskipun belum definitif,” ungkapnya.
Sekretaris Dinsos PPPA Sampang Muh. Nashrun menyatakan, penundaan open house karena banyak hal yang perlu dipersiapkan. Misalnya administrasi, tata usaha, pendataan siswa dan yang lainnya.
”Ada banyak hal pertimbangannya, idealnya sebaiknya ditunda. Bahkan, juknis untuk guru tamu masih dibahas dengan pemerintah pusat hari ini,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti