SAMPANG, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi melakukan blusukan ke rumah warga kurang mampu di Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Sampang pada Minggu (12/7) sore.
Dalam kegiatan tersebut, bupati menyerahkan bantuan sosial (bansos) sekaligus meninjau rumah-rumah yang akan menerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2026.
Slamet Junaidi mengatakan, kunjungan lapangan itu dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat kurang mampu sekaligus menyalurkan bantuan secara langsung. Sedikitnya enam warga duafa menerima bantuan sosial dalam kegiatan tersebut.
“Sebanyak enam duafa kami berikan bantuan sosial,” katanya.
Selain menyerahkan bansos, Pemkab Sampang juga mendata kondisi rumah penerima bantuan. Hasil peninjauan menunjukkan rumah-rumah tersebut memenuhi kriteria sebagai RTLH dan telah masuk dalam daftar penerima program perbaikan tahun ini.
“Pada tahun ini kami memastikan sedikitnya enam rumah di kawasan tersebut telah masuk dalam daftar penerima bantuan RTLH,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Aba Idi itu menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa sembako, uang tunai, serta kebutuhan pokok lainnya. Sementara itu, program RTLH diharapkan mampu menghadirkan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi rumah para kaum duafa yang tidak layak ditempati. Karena itu, pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan RTLH tahun ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, program RTLH merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu pemenuhan hak dasar warga.
“Bantuan ini merupakan pemenuhan hak dasar masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni,” tandasnya. (bai/dry)
Editor : Hendriyanto