Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Atap KDKMP Tak Pakai Genting, IKM Sebut Abaikan Program Gentengisasi Presiden

Anis Billah • Rabu, 1 Juli 2026 | 15:51 WIB
TIDAK RAMAH LINGKUNGAN: Warga berada di sekitar gerai KDKMP yang selesai dibangun di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, Senin (29/6). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
TIDAK RAMAH LINGKUNGAN: Warga berada di sekitar gerai KDKMP yang selesai dibangun di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, Senin (29/6). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disebut mengabaikan program gentengisasi yang digagas presiden. Pasalnya, mayoritas proyek KDKMP yang dibangun tidak menggunakan atap genting, tapi memakai seng yang diduga tidak ramah lingkungan.

Plt Kepala Diskopindag Sampang Syamsul Bahri mengatakan, di Kabupaten Sampang ada sebanyak 186 desa dan kelurahan di 14 kecamatan. Saat ini yang dalam proses pembangunan KDKMP tersebut 100 lokasi.

”Sementara yang tercatat pada data kami yang selesai masih 21 titik,” katanya.

Dia enggan berkomentar banyak terkait atap proyek KDKMP yang dibangun tanpa menggunakan genting. Padahal, Presiden Republik Indonesia (RI) merencanakan bakal menerapkan program gentengisasi dalam setiap proyek pembangunan di Indonesia.

”Kalau terkait pembangunan KDKMP, pelaksananya PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero),” ucapnya.

Ketua Industri Kecil Menengah (IKM) Genting Karang Penang Sampang Holip menyampaikan, proyek pembangunan KDKMP tidak ada yang menggunakan atap genting. Padahal, Presiden RI merencanakan pada 2027 semua bangunan menggunakan genting melalui program gentengisasi.

Dia mengaku pernah menanyakan terkait penggunaan atap genting pada proyek KDKMP. Alasan pelaksana, layout proyeknya sudah selesai disusun sebelum presiden menyatakan rencana program gentengisasi.

”Sehingga, tidak bisa diubah penggunaan atapnya. Masih menggunakan seng, bukan genting. Artinya, proyek tersebut mengabaikan instruksi presiden,” ujarnya.

Baca Juga: SPMB Berakhir, Dari 10 SMA Negeri di Sampang, Hanya Satu yang Penuhi Pagu

Holip mengungkapkan, asas manfaat penggunaan genting dinilai lebih baik daripada seng sebagai atap proyek KDKMP. Misalnya, masa ketahanan genting bisa mencapai seratus tahun. Sedangkan seng terbuat dari bahan kimia yang cukup membahayakan.

”Hawa panas yang dikeluarkan dari seng berbahan kimia, kurang menyehatkan. Berbeda dengan genting yang dibuat dengan bahan alami dan pembakaran lebih dari seribu derajat,” ungkapnya.

Menurutnya, program KDKMP bertujuan untuk memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat. Holip menilai, pembangunan proyek KDKMP tidak menyejahterakan masyarakat karena tidak menggunakan genting produk pelaku UMKM lokal.

”Ini belum memberdayakan pelaku UMKM genting. Padahal, produk genting merupakan produk unggulan Kabupaten Sampang, tepatnya di Kecamatan Karang Penang,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan atap KDKMP yang tidak menggunakan genting hasil produk UMKM Kecamatan Karang Penang. Dia berharap, pembangunan KDKMP bisa menggunakan material atap genting produk UMKM lokal.

”Selain ramah lingkungan, bisa memberdayakan pelaku UMKM di Kabupaten Sampang yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Anis Billah
#atap KDKMP #IKM genteng #Diskopindag Sampang #Gentengisasi