Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Kios Pasar Tutup

Hera Marylia Damayanti • Senin, 29 Juni 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi Grafis Dibantu AI
Ilustrasi Grafis Dibantu AI

SAMPANG, RadarMadura.idPendapatan asli daerah (PAD) di sektor pasar terancam tak capai target.

Pasalnya, ratusan kios pasar yang menjadi sumber pendapatan tutup. 

Hal ini terjadi di sejumlah pasar binaan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang.

Misalnya di Pasar Srimangunan. Jumlah kios di pasar tersebut 853 kios, 263 di antaranya tutup.

Baca Juga: Kuota Dikurangi, Pertalite di Sejumlah SPBU Kosong, Pertamina Klaim Tak Ada Pengurangan Distribusi BBM

Di Pasar Torjun lebih separo kios tutup. Dari total 102 kios, yang aktif hanya 60 kios.

Kabid Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang Subairi menyatakan, PAD dari pengelolaan pasar hingga Mei sangat rendah.

Yakni, baru mencapai Rp 1,4 miliar dari target Rp 5,9 miliar. Di antara penyebabnya adalah setoran retribusi dari sejumlah pasar rendah.

”Ada lima pasar yang capaiannya masih rendah. Yakni Pasar Srimangunan, Pasar Omben, Pasar Torjun, Pasar Karang Penang, dan Pasar Batorangsang,” katanya Rabu (24/6).

Rendahnya pendapatan retribusi pasar tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor.

Di antaranya, banyak pedagang konfeksi baju, sandal, dan sepatu memilih menutup kios.

Jumlahnya kios yang ditutup tidak sedikit, yakni mencapai ratusan.

”Kios yang tutup total tidak ada orangnya, sehingga menunggak pembayaran retribusi,” tutur Subairi.

Pria berkacamata itu mengungkapkan, penutupan kios skala besar terjadi di Pasar Srimangunan.

Dari 853 kios yang ada, sebanyak 263 tutup. Hal ini juga berdampak pada retribusi pasar.

Baca Juga: Schneider OffGrid Masuk Pasar Indonesia, Tawarkan Power Station Ramah Lingkungan untuk Pecinta Outdoor dan Rumah yang Butuh Cadangan Listrik Praktis

Target retribusi Pasar Srimangunan mencapai Rp 1,9 miliar. Namun, hingga Mei baru mencapai 15 persen atau Rp 292 juta.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Torjun. Dari total 102 kios, yang aktif hanya 60 kios.

Menurut Subairi, kios yang tutup juga terjadi di pasar yang lainnya. ”Banyak kios yang tutup,” ungkapnya.

Subairi menilai, penutupan ratusan kios di sejumlah pasar itu dampak pasar digital.

Hal itu membuat pendapatan pedagang merosot sehingga memilih menutup kios.

”Meskipun Srimangunan berada di wilayah kota, tetapi pedagang banyak yang tidak berjualan dan kami telah memanggil seluruh koordinator pasar,” tuturnya.

Koordinator Pasar Sore Baru Abdul Wahed menyampaikan, kondisi kios di pasar memang tidak semuanya aktif.

Setidaknya ada empat kios yang tutup dari 33 kios. Alasannya, pendapatan di pasar menurun.

”Yang tutup ada empat kios sembako,” ucapnya.

Meski begitu, empat kios tersebut tetap memenuhi kewajiban membayar retribusi. Karena itu, belum dilakukan penindakan.

”Hasil pendataan sudah kami laporkan ke dinas. Mereka masih mau membayar, jika tidak (bayar), maka tidak boleh menempati (kios),” tandasnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#retribusi pasar #tutup #pad #kios #rendah