SAMPANG, RadarMadura.id – Sejumlah SPBU di Kabupaten Sampang mengeluh. Pasalnya, kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dikurangi.
Akibatnya, SPBU tidak bisa melayani pengisian pertalite karena stok kosong.
Hal itu terjadi di SPBU 54.692.06 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang.
SPBU ini tidak bisa melayani pengisian pertalite hingga awal Juli. Sebab, kuota yang dialokasikan untuk Juni sudah habis.
Baca Juga: Keluarga Yakini Polisi Kantongi Petunjuk, Soal Kematian Ruly Yunis Setiawati
Pengawas SPBU 54.692.06 Rosi mengatakan, BBM jenis pertalite terakhir dikirim pada Sabtu (27/6).
Pengiriman BBM sudah mencapai batas kuota yang ditentukan oleh Pertamina.
Pendistribusian BBM jenis pertalite dari Pertamina baru akan dikirim Rabu (1/7).
”Jadi, mulai Senin (29/6) hingga Selasa (30/6) tidak ada kiriman BBM jenis pertalite karena kuotanya sudah mencapai batas,” katanya.
Rosi mengungkapkan, pengurangan kuota pertalite terjadi sejak Mei.
Sebelumnya, pihaknya mendapat pengiriman 50 kali setiap bulan.
Sejak Mei, SPBU hanya mendapat jatah 37 kiriman pertalite.
”Saat ini SPBU kami mendapatkan kuota BBM pertalite 37 kiriman per bulan. Jika sudah habis, SPBU tidak mendapatkan kiriman lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: Haflatul Imtihan dan Kegagalan Akumulasi Modal Sosial: Perspektif Amiruddin
Karena itu, SPBU 54.692.06 tidak menyediakan BBM pertalite. Sebab, kuota Juni sudah habis.
SPBU akan mendapat kiriman pertalite lagi pada Juli sesuai kuota yang sudah ditentukan.
”BBM di SPBU kami saat ini hanya tersedia Pertamax dan Pertamina Dex,” tuturnya.
Rosi menyebut, pembatasan kuota BBM tidak hanya terjadi di SPBU Tambaan.
Kuota BBM SPBU yang lain juga dibatasi. Dampaknya bukan hanya pada stok BBM, tapi memicu antrean panjang di SPBU.
Selain itu, pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat lantaran BBM pertalite sering kosong.
”Seandainya tidak dibatasi, mungkin tidak akan sampai antre panjang di sejumlah SPBU,” ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan Pengawas SPBU 54.692.05 Banyuanyar Sampang Junaidi.
Dia membeberkan, pendistribusian BBM jenis pertalite di SPBU tempat di bekerja juga dikurangi. Sebelumnya pengiriman bisa mencapai 16.000 kiloliter (KL) per hari.
Baca Juga: Review Pemilik Changan Lumin Setelah 4.000 Km, Irit Setara Motor tapi Ada Catatan Soal Stabilitas
”Jatah BBM sekarang dikurangi, menjadi 8.000 KL per hari,” bebernya.
Menurutnya, berkurangnya kuota pertalite membuat kendaraan antre di sejumlah SPBU.
”SPBU kekurangan BBM pertalite untuk dijual pada konsumen,” imbuhnya.
Area Manager Communication, Relations, & CSR untuk Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan, setiap SPBU punya alokasi kuota BBM bersubsidi yang berbeda.
Dia mengeklaim, pendistribusiannya berjalan normal. ”Tidak ada pengurangan,” klaimnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti