SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Sampang menuai sorotan. Pasalnya, hingga saat ini, tidak ada sanksi yang diberikan terhadap SPPG yang menyalurkan menu makan bergizi gratis (MBG) berupa susu berulat di SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik.
Korwil BGN Sampang Ratna Nur Handayani memilih bungkam atas kejadian yang di sekolah tersebut. Dia tidak merespon saat ditanya terkait MBG yang disajikan SPPG Yayasan Kemas Dapur Bejreh, Jalan Raya Jrengik, Desa Kotah, Kecamatan Jrengik.
Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanta mengatakan, pihaknya sudah melaporkan temuan MBG menu susu berulat tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut terhadap SPPG tersebut.
"SPPG tersebut belum disanksi, apakah disuspensi atau tidak," katanya.
Menurutnya, kemungkinan saat ini BGN masih menangani berbagai persoalan sehingga polemik SPPG Kemas Bejreh tersebut belum ditindaklanjuti.
"Yang penting semuanya sudah kami laporkan kepada pemprov maupun pemerintah pusat," tuturnya.
Koordinator BEMSA Iftitahul Elmi berpendapat, peristiwa yang terjadi di SDN Buker 3 menjadi perbincangan warga Kota Bahari. Dia kecewa karena BGN belum menjatuhkan sanksi kepada SPPG tersebut.
"Padahal di Kabupaten Sampang sudah ada Korwil BGN Sampang. Tapi Korwil BGN tidak melakukan langkah yang konkret," ungkapnya.
Baca Juga: Wabup Sampang Sambut Kedatangan Jemaah Haji
Dia mewanti-wanti Korwil BGN Sampang untuk tidak main-main. Jangan sampai publik mencurigai Korwil BGN terindikasi melakukan perbuatan yang melanggar aturan sebagaimana yang dilakukan mantan petinggi BGN yang kasusnya saat ini diusut Kejagung RI.
"Kalau memang Korwil BGN Sampang tidak kompeten, silakan mundur saja sebagai korwil. Lebih baik diganti saja," usulnya.
Menurutnya, kinerja Korwil BGN Sampang banyak dikeluhkan masyarakat. Sebab, kinerjanya sejauh ini tidak jelas untuk program MBG di Kota Bahari.
"Sudah jelas tidak serius bekerja Korwil BGN Sampang ini, ganti saja," tandasnya. (bai/yan)
Editor : Anis Billah