SAMPANG, RadarMadura.id – Bantuan peningkatan produktivitas garam untuk petambak di Kabupaten Sampang tahun ini tidak merata.
Dari 2.000 petani garam, puluhan orang yang kecipratan bantuan, baik dari Pemprov Jatim dan Pemkab Sampang.
Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Moh. Mahfud menyampaikan, tahun ini ada program pembinaan keterampilan dan peningkatan produktivitas petambak garam.
Kali ini, pembinaan langsung dari Pemprov Jatim. Program juga berbarengan dengan penyaluran bantuan alat untuk peningkatan produktivitas garam.
”Minggu kemarin, petambak dapat pembinaan sekaligus mendapatkan bantuan,” katanya Senin (15/6).
Bentuk bantuan yang diberikan Pemprov Jatim berupa kereta dorong artco. Namun, yang mendapatkan pembinaan sekaligus bantuan tersebut hanya 40 petambak garam di wilayah Kecamatan Sampang dan Pangarengan.
”Kegiatan ini kebetulan tidak menyediakan uang transpor. Jadi, kami sasar daerah kota saja,” ungkapnya.
Mahfudz memaparkan, tahun ini Diskan Sampang juga memberikan bantuan peningkatan produktivitas garam. Di antaranya berupa alat sanitasi untuk menentukan kejenuhan air garam.
Namun, bantuan tersebut hanya menyasar sekitar 25 petambak garam yang saat ini calon penerima bantuannya belum ditentukan. Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 10 juta.
Mahfud tidak menampik bahwa bantuan untuk petambak garam tidak merata. Total petambak di Kota Bahari sekitar 2.000 orang.
Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran. ”Memang tidak meng-cover semua petambak, hanya 25 orang,” paparnya.
Menurutnya, untuk menentukan calon penerima bantuan, pihaknya mencari petambak yang produktif.
Hal itu berdasarkan penilaian dari penyuluh perikanan. ”Penyalurannya segera kami lakukan,” tuturnya.
Mufarok, petambak garam Desa Polagan, Sampang, mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik berupa geomembran atau alat pendukung lainnya.
Selama ini dirinya memenuhi sarana prasarana dengan belanja sendiri. ”Sementara harga garam turun dan kami tidak pernah dapat bantuan,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti