
BANGKALAN, RadarMadura.id – Selain mengenalkan lingkungan dan struktur kampus, panitia PKKMB juga mengenalkan sosok Pangeran Trunodjoyo kepada mahasiswa baru (maba).
Hal itu kali pertama dilakukan oleh UTM. Oleh karena itu, kegiatan PKKMB tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Prof. Safi' membenarkan bahwa panitia mengenalkan sosok Pangeran Trunodjoyo, termasuk prinsip dan nilai-nilai yang patut diteladani agar mahasiswa bisa menjadi sosok hebat dan setangguh Pangeran Trunodjoyo.
Baca Juga: UTM Gelar PKKMB 6 Hari, Langkah Kecil Akan Menghasilkan Pencapaian Besar di Masa Depan
"Kami juga meluncurkan buku tentang perjalanan Pangeran Trunodjoyo," ujarnya.
Tahun depan, UTM berencana mengusulkan Pangeran Trunodjoyo sebagai pahlawan nasional setelah sebelumnya sempat ditolak saat diajukan.
Gelar pahlawan bagi pangeran kebanggaan masyarakat Madura itu pernah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang pada 2003 silam, namun ditolak.
"Dulu pernah diusulkan, namun ditolak karena ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi," sambungnya.
Dari sisi kajian akademik dan dokumen kesejarahan, data tentang Pangeran Trunodjoyo sudah mulai dikumpulkan dan tahun depan akan mulai diajukan.
Safi' berharap pengajuan Pangeran Trunodjoyo sebagai pahlawan nasional bisa berjalan lancar.

"Tahun depan akan kami ajukan sebagai pahlawan nasional," paparnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




