SAMPANG, RadarMadura.id – Verifikasi lapangan (verlap) calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Sampang terhambat.
Hal itu dipicu berkurangnya tenaga fasilitator lapangan (TFL). Terdapat belasan TFL teknis mengundurkan diri.
Koordinator Kabupaten (Korkab) BSPS Sampang Iskandar Zulkarnain menyampaikan, pelaksanaan BSPS Kabupaten Sampang dibagi menjadi empat tahap. Yakni tahap dua, tahap lima, tahap tujuh, dan tahap delapan.
Jumlah penerima setiap tahap tidak sama (selengkapnya lihat grafis). ”Untuk tahap satu Sampang tidak dapat,” katanya Kamis (18/6).
Baca Juga: Polres Sampang Distribusikan Bantuan Air Bersih
Dia menjelaskan, dari kuota 2.489 unit, baru 700 rumah yang sudah selesai diverifikasi.
Sisanya, saat ini sedang dikebut oleh tenaga fasilitator. Sayangnya, saat ini TFL yang dikerahkan terbatas.
”Kami sedang bergerak ke angka 800. Tapi, kami kekurangan tenaga pendamping teknis,” ungkapnya.
Iskandar mengungkapkan, idealnya, ada 84 TFL yang bertugas di lapangan.
Perinciannya, satu korkab, tiga asisten, kemudian 40 TFL pemberdayaan, serta 40 TFL tenaga teknis.
Namun, yang tersedia sekarang baru 22 tenaga atau kurang sekitar 18 orang.
”Ketika ke lapangan, kami bersama TFL teknik dan pemberdayaan. Tapi, yang teknis masih kurang,” terangnya.
Iskandar menyampaikan, kekurangan TFL teknik tersebut karena banyak yang mengundurkan diri.
Kekurangan SDM tersebut berdampak pada percetapan verlap calon penerima BSPS.
”Misalnya, kami sehari 100 penerima, tidak capai target. Akhirnya kecepatan kami berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, rekrutmen TFL merupakan kewenangan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa Timur.
Kekurangan tersebut diklaim telah diajukan dan akan dipenuhi tahun ini.
”Kami siasati dengan memperkuat TFL pemberdayaan supaya cepat selesai targetnya,” tuturnya.
Ketua Komisi III DPRD Sampang Baihaqi menyampaikan, kekurangan tenaga fasilitator harus segera dicarikan jalan keluar. Sehingga, program tersebut segera direalisasikan dengan hasil verlap yang valid.
”Bantuan ini menyangkut pembangunan, jangan sampai asal-asalan dalam melakukan verifikasi, meskipun SDM kurang. Segera mencari solusi dengan dinas terkait,” pintanya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti