SAMPANG, RadarMadura.id – Sejumlah pengendara mengeluhkan kosongnya bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Sampang.
Salah satunya terjadi di SPBU 54.692.02 di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Akibatnya, pengendara roda dua terpaksa membeli pertamax.
Salah seorang pengendara, Purnawan, mengaku sudah tiga kali mendatangi SPBU tersebut untuk membeli pertalite. Namun, BBM bersubsidi itu tidak tersedia sehingga dirinya terpaksa membeli pertamax yang harganya lebih mahal.
”Tadi malam dan hari ini saya kembali ke SPBU, tetapi pertalite tidak ada. Yang tersedia hanya pertamax,” kata pengendara roda dua tersebut, Rabu (17/6).
Baca Juga: KUR BRI Capai Rp 84,36 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, kekosongan pertalite juga terjadi di wilayah pantai utara (pantura) Sampang. Di antaranya di SPBU yang berada di Kecamatan Ketapang.
Sementara itu, seorang warga Kecamatan Robatal berinisial M menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir masyarakat kesulitan memperoleh pertalite.
Meski memberatkan, sebagian warga terpaksa membeli pertamax karena tidak punya pilihan.
”Soalnya kemarin banyak yang kehabisan,” ungkapnya.
Menurut dia, kondisi tersebut sempat berdampak pada harga BBM eceran. Penjual eceran menaikkan harga pertalite dari sekitar Rp 12 ribu per liter menjadi Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per liter karena pasokan sulit diperoleh.
”Untuk pertamax masyarakat masih berpikir dua kali karena harga ecerannya ada yang sampai Rp 20 ribu,” jelasnya.
Baca Juga: Gugatan Nany Widjaja Berlanjut, Penggugat Beberkan 30 Bukti Pengeluaran Dana Rp 21,4 Miliar
Terpisah, Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi membenarkan bahwa SPBU 54.692.02 saat ini sedang menjalani penghentian penyaluran pertalite selama 14 hari.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembinaan setelah ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.
”Dilakukan penghentian penyaluran pertalite selama 14 hari karena menyalurkan tidak sesuai SOP Pertamina,” katanya.
Namun, Ahad belum memberikan penjelasan terkait informasi kekosongan pertalite di SPBU wilayah Kecamatan Ketapang. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti