SAMPANG. RadarMadura.id – Petugas sensus ekonomi (SE) yang direkrut Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang mengeluh.
Sebab, fasilitas paket data internet yang dijanjikan belum diberikan.
Padahal, anggaran pengadaan fasilitas bagi seluruh petugas sensus tersebut telah disiapkan oleh pemerintah melalui APBN (lihat grafis).
Namun, hingga dimulainya proses sensus, fasilitas tersebut tak kunjung diberikan.
Baca Juga: Penyaluran Bantuan Perikanan Molor, Diskan Sampang Target Tuntas Bulan Ini
Sumber Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menyatakan, petugas SE yang direkrut BPS memulai pekerjaannya mulai Senin (15/6).
Namun, pihaknya belum bisa menjalankan kewajibannya karena fasilitas yang dijanjikan belum diberikan.
”Menurut informasi yang kami terima, paket data tersebut bakal diberikan pada masing-masing petugas Senin (15/6). Namun, sampai saat ini kami tidak kunjung menerima paket data tersebut,” ujar petugas sensus asal Kecamatan Torjun tersebut.
SE akan berlangsung selama dua bulan lebih. Petugas yang melaksanakan sensus membutuhkan paket data internet demi kelancaran pelaksanaan tugas.
”Karena belum menerima paket data, jadi kami belum bisa bertugas melakukan SE. Pekerjaan SE ini kan membutuhkan paket internet, kalau tidak ada paket data, jadi pekerjaan kami terhambat,” katanya.
Pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut dari BPS terkait lambatnya pemberian paket data internet tersebut.
Baca Juga: Kontraktor Sampang Kalah Tender Proyek di Sumenep
Sehingga, sebagian petugas SE 2026 justru menggunakan paket data internet miliknya sendiri.
”Jika pemberian paket data dari BPS lambat, bisa saja pendataan SE ini molor,” bebernya.
Seorang petugas SE asal Kecamatan Robatal juga mengaku belum mendapat paket data internet.
Pihaknya berharap dukungan fasilitas tersebut segera diberikan kepada seluruh petugas sensus.
”Kami tidak tahu berapa Gigabyte (GB) yang akan diberikan. Karena kami belum menerimanya hingga sekarang,” bebernya.
Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi mengatakan, sensus akan berlangsung mulai Jumat (1/5) hingga Senin (31/8).
Proses tersebut dari dua batch (kelompok). Batch pertama dimulai Jumat (1/5). Yaitu, pengisian mandiri oleh perusahaan, dengan pendampingan organik BPS.
Sedangkan batch kedua, melaksanakan sensus dengan cara door-to-door atau ke rumah-rumah warga yang dimulai dari Senin (15/6).
”Semua petugas SE akan mendata seluruh rumah tangga dan perusahaan atau usaha di seluruh Indonesia,” katanya.
Dia membenarkan, setiap petugas SE mendapat dukungan paket data internet.
Baca Juga: Empat Budak Narkoba Asal Surabaya Diringkus, Sembilan Klip Berisi Sabu-Sabu Jadi Barang Bukti
Sebab, pendataan yang dilakukan menggunakan aplikasi berbasis website yang langsung terekam di server BPS RI.
Boby mengakui paket data internet belum diberikan. Pihaknya berdalih masih dalam proses verifikasi nomor handphone para penerima.
”Nomor HP masih dalam proses verifikasi untuk pengisian paket data,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti