SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang sudah menunjuk empat konsultan yang akan menggarap perencanaan 60 titik pemasangan PJU baru.
Proses penunjukan konsultan tersebut mendapat sorotan dari DPRD Sampang.
Dewan sentil dishub karena sering menunjuk rekanan dari luar Sampang.
Pada tahun anggaran 2025, Dishub Sampang mengelola lima paket konsultan perencanaan.
Baca Juga: Penyidik Minta Keterangan Empat Saksi, Usut Kasus Dugaan Penggelapan PPh RSMZ Rp 3,3 Miliar
Hanya satu rekanan asal Sampang yang ditunjuk dishub sebagai pemenang.
Tahun ini, dari empat paket kegiatan, hanya satu paket yang digarap konsultan asal Kota Bahari (selengkapnya lihat grafis).
Ketua Komisi III DPRD Sampang Baihaki menekankan agar penunjukan rekanan dalam setiap kegiatan harus mengacu pada regulasi.
Hal itu penting agar tidak ada masalah saat proyek dikerjakan.
Dia juga menanggapi terkait penunjukkan rekanan yang berasal dari luar sampang.
Jika metodenya menggunakan pengadaan langsung, seharusnya dishub memprioritaskan rekanan asal Kota Bahari.
”Jadi, kalau sifatnya penunjukan, seharusnya yang diprioritaskan rekanan dari Sampang,” tuturnya.
Baca Juga: Disaksikan Istri dan Anak, Warga Tragah Aniaya Adik Ipar hingga Tewas
Menurutnya, jika rekanan yang menjadi pemenang warga lokal, berpotensi meningkatkan perekonomian daerah.
Dia menilai, rekanan di Sampang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang bagus.
”Saya kira, SDM dari rekanan asal Sampang juga tidak kalah bersaing dengan yang dari luar Sampang. Tapi kalau tendernya terbuka, dipersilahkan meski dari luar daerah tidak masalah,” pesannya.
Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang Khotibul Umam tidak menanggapi terkait pernyataan Komisi III tersebut.
Sebelumnya, dia menyatakan, ada enam konsultan yang mengajukan penawaran terkait perencanaan proyek PJU tahun ini. Namun, yang memenuhi syarat ada empat rekanan.
”Ada enam konsultan yang mengajukan. Dari semua CV yang masuk sudah disaring,” tuturnya.
Rekanan yang ditunjuk dishub pada paket konsultan perencanaan tahun ini ada yang berasal dari satu desa.
Yakni CV Bintang Mas Consultant yang menggarap perencanaan PJU Area 1 dan Regency Engineering Consultant yang mengerjakan perencanaan PJU area 36.
Khotib mengaku tidak khawatir ada keterikatan antara dua rekanan tersebut.
”Saya pastikan tidak ada. Mereka berdiri sendiri-sendiri. Pastinya tidak ada keterikatan satu sama lain,” tukasnya. (bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti