SAMPANG, RadarMadura.id – Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz menghadiri awarding dan penguatan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Surabaya, Kamis (21/5).
Dalam acara itu, Wabup menegaskan bahwa pemkab berkomitmen meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Wabup Sampang Ahmad Mahfudz mengatakan, ada tiga isu strategis yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya zona integritas, evaluasi SAKIP, dan akselerasi pengembangan kompetensi ASN.
”Tiga hal tersebut menunjukkan tren yang luar biasa di Kabupaten Sampang. Buktinya, SAKIP terus mengalami peningkatan dan indikator pembangunan daerah juga menunjukkan tren yang baik,” katanya.
Menurutnya, meskipun mengalami tren yang cukup baik, terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.
Khususnya pada komponen tematik reformasi birokrasi yang capaiannya masih perlu ditingkatkan.
”Terkait penguatan zona integritas, berdasarkan evaluasi kami, implementasi pembangunan zona integritas di Kabupaten Sampang masih menghadapi sejumlah tantangan dan perlu dievaluasi,” ucapnya.
Dijelaskan, secara perlahan pemkab berupaya membenahi hal tersebut.
Salah satunya, pada 2024, Puskesmas Omben berhasil meraih predikat WBK, disusul oleh Puskesmas Kamoning pada 2025.
Tahun ini, pemkab mengusulkan Puskesmas Tanjung dan Puskesmas Camplong untuk meraih predikat WBK.
”Kami juga mendorong Puskesmas Omben untuk naik tingkat menuju predikat WBBM. Ke depan, kami juga menargetkan banyak OPD pelayanan publik seperti dispendukcapil, DPMPTSP, dan RSUD masuk dalam lokus ZI,” bebernya.
Wabup menyampaikan, Pemkab Sampang juga sedang berupaya untuk melakukan pengembangan kompetensi ASN.
Di tengah era modern dan digitalisasi, hal itu harus dilakukan demi kelancaran roda organisasi.
”Tujuannya, agar ASN dapat menjawab tantangan yang kian kompleks,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti