Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengadaan Bahan Mamin WB Rutan Kelas II-B Sampang Buka Celah Permainan

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:44 WIB
LENGANG: Petugas Rutan Kelas II-B Sampang saat hendak memasuki kantornya Jumat (15/5). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
LENGANG: Petugas Rutan Kelas II-B Sampang saat hendak memasuki kantornya Jumat (15/5). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggaran pengadaan bahan makan dan minum (mamin) warga binaan (WB) di Rutan Kelas II-B Sampang menuai sorotan.

Pasalnya, kegiatan yang menelan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp 3.035.340.000 itu dikelola pihak ketiga.

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Sampang (Bemsa) Iftitahul Elmy mengatakan, anggaran pengadaan bahan mamin tersebut terbilang jumbo, yakni mencapai Rp 3.035.340.000.

”Anggaran tersebut mesti dikelola secara transparan,” katanya.

Baca Juga: 93 Desa Terkendala Lahan Gerai KDMP, DKUPP Sumenep Cari Alternatif Aset Pemkab hingga BUMN

Menurutnya, pertanggungjawaban pengelolaan anggaran pengadaan bahan mamin tersebut mesti dibuka secara transparan kepada publik.

Sebab, pengadaan bahan mamin didanai APBN yang berasal dari uang rakyat.

”Publik juga berhak tahu pengelolaan anggaran bahan mamin tersebut. Jangan sampai anggaran APBN habis di atas kertas tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” ujarnya.

Elmy mengatakan, pengadaan bahan mamin bagi warga binaan merupakan bagian dari hak dasar kemanusiaan yang dijamin negara.

Jangan sampai anggaran miliaran rupiah tersebut hanya besar angkanya, sedangkan mutu dan kualitas bahan mamin yang diberikan kepada warga binaan Rutan Kelas II-B Sampang tidak jelas.

Dia meminta pengawasan oleh pemerintah pusat diperketat dan dilakukan secara berkala.

Pengelolaan anggaran Rp 3 miliar lebih tersebut harus transparan karena dialokasikan selama 365 hari untuk 378 orang.

”Kami meminta tim pengawas bisa lebih proaktif dalam mengecek pengelolaan anggaran pengadaan bahan mamin yang digelontorkan untuk Rutan Kelas II-B Sampang,” pintanya.

Baca Juga: Tiga Dekade Bertahan dengan Kesederhanaan, Bakso Pak Mat Tetap Eksis di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Grafis Anggaran pengadaan bahan mamin Rutan Kelas II-B Sampang 2026. (Dibantu AI)
Grafis Anggaran pengadaan bahan mamin Rutan Kelas II-B Sampang 2026. (Dibantu AI)

Elmy mempertanyakan dampak aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pengadaan bahan mamin tersebut. Sebab, anggaran itu sifatnya hanya pengadaan pangan.

”Seharusnya anggaran pengadaan bahan mamin tersebut juga bisa memberdayakan pelaku usaha lokal serta menjamin kualitas distribusi yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diketahuinya, pengadaan bahan mamin Rutan Kelas II-B Sampang menggunakan mekanisme e-purchasing yang melibatkan pihak ketiga.

Dia menduga mekanisme tersebut berpotensi dipermainkan.

”Jangan sampai mekanisme itu justru menjadi celah permainan segelintir pihak tanpa pengawasan publik yang maksimal,” pesannya.

Humas Rutan Kelas II-B Sampang Panca Agung Laksono membenarkan bahwa pengadaan bahan mamin tersebut menggunakan mekanisme e-purchasing.

Tahun ini pengadaan bahan mamin dikelola oleh CV Giant yang beralamat di Kabupaten Sumenep.

”CV Giant baru tahun ini mengelola pengadaan bahan mamin di rutan. Setiap hari sudah ada laporannya, dan sejauh ini makanannya sudah sesuai,” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pengadaan bahan mamin #dikelola pihak ketig #rutan kelas ii-b sampang #warga binaan #apbn