SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kembali diberi target untuk menuntaskan proses sertifikasi lahan yang belum selesai.
Setidaknya ada puluhan lahan yang menjadi target tahun ini. Meskipun progresnya saat ini masih rendah.
Kabid Pengelolaan Aset BPPKAD Sampang Achmad Murang TD menyampaikan, dirinya intens berkomunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat proses sertifikasi aset milik pemkab.
Saat ini BPN mulai melakukan pengukuran lahan yang akan disertikat.
Target tahun ini ada 30 bidang tanah yang akan diterbitkan sertifikat. Enam di antaranya masuk ruas jalan proyek strategis milik dinas PUPR.
”Jadi sebelum dibangun lahannya harus bersertifikasi, aturannya begitu,” ujarnya.
Anggaran yang dipersiapkan untuk sertifikasi aset tersebut sekitar Rp 200 juta. Alokasinya lebih kecil dibanding tahun lalu.
Hal itu disebabkan adanya penyesuaian anggaran di daerah. ”Sebagian lahan sudah ada yang bersertifikat,” ungkapnya.
Murang megutarakan, tahun ini pihaknya ditarget sertifikasi 30 lahan. Saat ini tersisa 24 lahan yang sedang proses sertifikasi. Sebab sertifikat enam lahan sudah terbit.
”Kami juga sedang menyelesaikan lahan yang masuk kawasan lahan sawah dilindungi (LSD),” tuturnya.
Sekedar diketahui, total aset Pemkab Sampang mencapai 3.100 bidang tanah.
Data BPPKAD Rabu (26/2), lahan yang bersertifikat sekitar 1.100 bidang. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri