Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disporabudpar Lengkapi Manuskrip Pangeran Trunojoyo

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 15 Mei 2026 | 10:28 WIB
Generasi Muda Diskusikan Perjuangan Pangeran Trunojoyo
Generasi Muda Diskusikan Perjuangan Pangeran Trunojoyo

SAMPANG, RadarMadura.id – Pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai pahlawan nasional empat kali kandas. Sebab, terdapat beberapa persyaratan yang kurang lengkap.

Saat ini Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang tengah merampungkan data manuskrip untuk mengusulkan kembali di tahun depan.

Kabid Pemuda Olahraga Disporabudpar Sampang Abd. Basith mengatakan, pada Senin (22/12/2025) kampus Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) meresmikan Museum Budaya.

Saat peresmian museum tersebut, UTM mengundang Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Saat kegiatan tersebut, pihak UTM ditanyakan oleh kementerian terkait nama Trunodjoyo yang disematkan dalam nama kampus UTM.

Baca Juga: Trunojoyo Law Review Raih Peringkat Q1, Angkat Isu Kemaduraan ke Panggung Global

”Oleh pihak UTM dijawab bahwa Trunojoyo merupakan pahlawan. Diusulkan berkali-kali untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, tapi gagal,” katanya.

Kemudian, pihak UTM mendapatkan arahan agar pengusulan gelar pahlawan nasional Pangeran Trunojoyo segera diajukan ke Kementerian Kebudayaan.

Sehingga, UTM ditugaskan untuk mengajukan pengusulan Pangeran Trunojoyo menjadi pahlawan nasional.

”Sedangkan Pemkab Sampang hanya sebagai fasilitator. Apa pun yang dibutuhkan, pemkab siap men-support penuh,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini data-data terkait Pangeran Trunojoyo merupakan dokumen Belanda.

”Potret kami (Pemkab Sampang) terhadap Pangeran Trunojoyo tidak menggunakan kacamata sekunder, tapi menggunakan kacamata primer, berupa dokumen dari VOC Belanda,” bebernya.

Baca Juga: Pemkab Sampang Buka Stan Penukaran Tabung Gas Pink

Basith mengatakan, semua dokumen primer yang sudah dimiliki oleh pihaknya merupakan dokumen asli dari VOC Belanda.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwasanya Pangeran Trunojoyo merupakan musuh VOC Belanda.

”Selama ini pengusulan Pangeran Trunojoyo untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional ditolak karena Pangeran Trunojoyo dianggap berteman dengan VOC Belanda (pengkhianat). Setelah kami mendapatkan dokumen dari VOC, ternyata Pangeran Trunojoyo benar-benar musuh dari VOC,” bebernya.

Basith menjelaskan, pengusulan Pangeran Trunojoyo untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional sudah dilakukan empat kali, tapi gagal.

Namun, yang mengusulkan bukan hanya dari Pemkab Sampang saja.

”Pernah diusulkan oleh tokoh masyarakat Madura, Gubernur Jatim saat dijabat H M. Noer, tapi tetap gagal. Pengusulan sudah dilakukan sejak 1964,” ungkapnya.

Ditambahkan, tahun ini untuk mengusulkan Pangeran Trunojoyo menjadi pahlawan nasional sudah tidak memungkinkan.

Kemungkinan pengusulan kembali akan dilakukan tahun depan (2027).

Baca Juga: Berikut Ini 4  Smart TV LG 65 Inch Terbaik di Blibli Yang Bisa Jadi Pilihan Anda

”Mulai sekarang kami tengah mengumpulkan beberapa pendukung data lainnya. Salah satunya yakni manuskrip,” bebernya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud menyatakan, nama Pangeran Trunojoyo sudah bukan menjadi rahasia umum dikenal sebagai pahlawan.

Namun, hingga saat ini belum kunjung ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, jika sudah lengkap data yang dimiliki oleh dinas terkait, termasuk manuskrip yang menjelaskan bahwa Pangeran Trunojoyo bukan bagian dari VOC, hendaknya segera diusulkan pada pemerintah pusat.

Sehingga, bisa segera diproses dan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

”Pemerintah pusat juga mesti objektif, jika memang sudah sesuai, hendaknya segera tetapkan Pangeran Trunojoyo menjadi pahlawan nasional,” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pengusulan #pangeran trunojoyo #Disporabudpar Sampang #manuskrip #pahlawan nasional