SAMPANG, RadarMadura.id – Pemkab Sampang kembali melayangkan surat kepada seluruh pelaku usaha atau konsumen yang terbukti menggunakan LPG kemasan 3 kilogram.
Dalam surat tersebut, pemkab menyarankan pemilik rumah makan, kafe, dan restoran untuk segera melakukan penukaran dari tabung gas subsidi ke bright gas.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Sampang Abdi Barri Salam mengatakan, institusinya sebelumnya sudah melakukan pengawasan dan monitoring evaluasi (monev).
Hasilnya, hampir seluruh rumah makan, restoran, kafe, laundry melakukan pelamggaran.
”Karena itu, kami memfasilitasi penukaran tabung gas melon dengan bright gas lewat stan yang dibuka selama satu minggu,” katanya.
Stan penukaran tersebut dibuka dari Senin (18/5) hingga Sabtu (23/5) di depan kantor Pemkab Sampang. Tepatnya di sisi barat Taman Bunga, Jalan Jamaluddin.
Penukaran ini dilakukan untuk mengingatkan bahwa tabung LPG 3 kilogram hanya untuk orang miskin. Tidak untuk sektor pelaku usaha menengah ke atas.
”Kami telah memberikan surat ke seluruh pelaku usaha di sekitar Kecamatan Kota Sampang dan Camplong. Sebab, pelaku usaha yang paling banyak di daerah tersebut,” ungkapnya.
Dijelaskan, sampai saat ini sudah ada sekitar lima rumah makan atau warung yang mengonfirmasi akan melakukan penukaran.
Yakni dari tabung melon ke tabung gas pink. Sementara, untuk yang lain tetap didorong untuk memanfaatkan waktu penukaran pekan depan.
”Mereka menyadari dan ada iktikad baik untuk menukar. Ada beberapa ASN yang juga berminat,” jelasnya.
Baca Juga: Pengadaan Buku di Perpusda Sumenep Belum Tuntas, Dewan Minta Koleksi Harus Sesuai Kebutuhan Pembaca
Menurutnya, harga tabung gas pink di stan yang dikelola institusinya juga dirasa lebih hemat dari minimarket.
Saat ini institusinya akan berkomunikasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan tabung bright gas.
”Jangan sampai ketika mereka sudah beralih, bright gasnya malah susah didapatkan. Kami segera akan berkomunikasi menghindari hal itu,” ucapnya.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan bahwa ketersediaan brigth gas dipastikan aman.
”Stok akan disesuaikan dengan permintaan di lapangan. Sudah kami antisipasi untuk potensi peningkatan konsumen,” tandasnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti