SAMPANG, RadarMadura.id – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sampang selama triwulan satu rendah.
Hingga akhir Maret, PAD yang terkumpul baru menyentuh 20 persen. Seharusnya, target yang harus dicapai 25 persen.
Plt Kabid Pendapatan BPPKAD Sampang Moh. Syakban menyampaikan, capaian PAD selama triwulan pertama belum ideal.
”Saat ini (PAD) masih 20 persen, semestinya 25 persen,” katanya Selasa (12/5).
Total target PAD tahun ini mencapai Rp 427,1 miliar. Namun, PAD yang terserap sekitar Rp 85,6 miliar.
Artinya, kekurangan PAD yang harus dikejar tersisa Rp 341,5 miliar.
Syakban menjelaskan, banyak sumber PAD yang bisa diserap. Di antaranya, pajak yang terdiri dari pajak daerah, reklame, PBB P2.
Selain itu, ada retribusi daerah, retribusi jasa umum, jasa usaha dan lainnya.
Setidaknya ada sekitar 26 sumber PAD di Kabupaten Sampang.
”Ada juga retribusi jasa umum seperti pelayanan kesehatan, retribusi pasar dan yang lainnya. Seharusnya targetnya 25 persen, tapi belum tercapai,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini yang mencapai target baru retribusi yang sifatnya isidentil.
Misalnya, retribusi perizinan tertentu seperti perizinan bangunan gedung (PBG).
Realisasinya mencapai 42 persen selama triwulan satu.
“Nanti tetap kami upayakan melakukan penekanan agar bisa mencapai target,” ungkapnya.
Kabid Tata Bangunan Dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Sampang Wahyu F Hidayat menyampaikan, pemohon yang mengurus izin PBG cukup banyak.
Capain PAD saat ini 42 persen atau Rp 336 juta dari target Rp 800 juta.
”Andai SPPG juga mengurus PBG maka akan semakin banyak capaiannya. Tapi, sementara belum ada yang mengurus,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri