Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Insentif Penghulu Selama April Belum Cair, Berpotensi Terdampak Penajaman

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 10 Mei 2026 | 08:10 WIB
MELAYANI: Petugas sedang memberikan pelayanan di kantor Kemenag Sampang, Kamis (7/5). (AYU LATIFAH/JPRM)
MELAYANI: Petugas sedang memberikan pelayanan di kantor Kemenag Sampang, Kamis (7/5). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id Anggaran insentif jasa profesi dan transportasi penghulu di Kabupaten Sampang tersendat.

Hingga kemarin (9/5), mereka belum menerima insentif April. Kemenag Sampang menyebut, akan segera mengajukan pencairan.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Sampang Mahrus Zamroni menyampaikan, insentif diberikan kepada penghulu yang menyaksikan pernikahan di luar kantor urusan agama (KUA).

Sumber anggarannya berasal dari biaya pernikahan Rp 600 ribu yang dibebankan kepada calon pengantin. 

”Aturannya, Rp 50 ribu akan diberikan kepada penghulu yang hadir. Tapi, tidak dipotong langsung,” katanya Kamis (7/5).

Kemenag RI menyiapkan anggaran insentif untuk penghulu di Kota Bahari selama satu tahun.

Yakni sebesar Rp 1,168 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk 6.500 pernikahan. Target ini ditentukan pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah).

”Cairnya setiap bulan dan besaran insentif setiap penghulu tidak sama, bergantung jumlah pernikahan yang ditangani,” ungkap Mahrus.

Dia mengutarakan, insentif penghulu pada April belum cair, sehingga statusnya terutang.

Dikabarkan, insentif tersebut akan terdampak penajaman atau efisiensi anggaran.

”Pencairannya tidak melalui kami, tapi dari pemerintah pusat langsung ke rekening penghulu. Kami penginnya tidak terutang,” tuturnya.

Staf Bimas Kemenag Sampang Abdul Haris menambahkan, serapan insentif penghulu hingga Maret mencapai Rp 234 juta.

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pengajuan pencairan insentif April. Dia berupaya agar alokasi insentif April tidak terdampak efisiensi anggaran.

”Belum dibayar memang, kami masih rekap untuk pengajuannya. Uangnya insyaallah ada. Mei informasinya sudah penajaman (efisiensi). Makanya, kalau kami lambat, berpotensi tidak akan cair,” imbuhnya.

Kepala KUA Torjun Abdul Hamid membenarkan bahwa insentif penghulu pada April belum cair.

Dia mengaku tidak tahu detail anggaran yang tidak cair. Menurutnya, berkas administrasi pencairan masih diproses di Kemenag.

”Pencairan langsung ke rekening kami (penghulu), tinggal yang April tidak cair. Selaku pengurus Asosiasiasi Pengulu Republik Indonesia (APRI), kami tidak masalah lambat, hanya semoga tidak sampai dipertajam. Karena penghulu di lapangan mengalami banyak kendala,” kata pria yang juga menjabat Plt Kepala KUA Sampang. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#besaran insentif #satu tahun #insentif #penghulu #kemenag ri