SAMPANG, RadarMadura.id– Hasil uji laboratorium sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab 19 siswa SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, mengalami gatal-gatal massal akhirnya keluar.
Hasil pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang menunjukkan hasil negatif.
Kepala SPPG Yayasan Nurul Haromain, Sokobanah Daya, Sahidi mengatakan, hasil uji laboratorium terhadap sampel MBG yang didistribusikan ke SDN Bira Tengah 1 telah menemukan titik terang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, makanan tersebut dinyatakan tidak menjadi penyebab para siswa mengalami gatal-gatal.
"Semua hasilnya negatif. Artinya, bukan MBG kami yang menyebabkan siswa SDN Bira Tengah 1 gatal-gatal," katanya.
Menurut dia, pihaknya juga telah melakukan penelusuran terkait penyebab insiden tersebut.
Dari keterangan sejumlah siswa, diketahui ada siswa yang sempat bermain dengan ulat saat berada di sekolah.
"Ditambah hasil lab yang kami terima pada Senin (4/5) juga menunjukkan negatif. Jadi, bukan MBG kami yang menyebabkan siswa gatal-gatal," ujarnya.
Meski demikian, pasca kejadian tersebut operasional SPPG miliknya masih dihentikan sementara atau disuspend.
Akibatnya, hingga kini pihaknya belum kembali mendistribusikan program MBG.
"Kami masih menunggu pencabutan suspend dari BGN terhadap SPPG kami,” ujarnya.
Sahidi menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengajukan surat permohonan pencabutan suspend kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
SPPG tersebut telah berhenti beroperasi selama sekitar dua pekan sejak insiden itu terjadi.
"Makanya kami masih proses pengajuan pencabutan suspend agar bisa beroperasi kembali,” bebernya.
Sementara itu, Kabid P2P Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat belum memberikan keterangan terkait hasil uji laboratorium sampel MBG tersebut. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan belum merespons. (bai/han)
Editor : Amin Basiri